IFG Gandeng BTN dan BNI Wujudkan Asuransi Kredit yang Sehat

IFG | CNN Indonesia
Selasa, 23 Nov 2021 12:10 WIB
Indonesia Financial Group (IFG) melalui anak perusahannya menggandang BTN dan BNI untuk membangun iklim bisnis asuransi kredit yang sehat dan berkelanjutan. Indonesia Financial Group (IFG) melalui anak perusahannya menggandang BTN dan BNI untuk membangun iklim bisnis asuransi kredit yang sehat dan berkelanjutan. (Foto: IFG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia Financial Group (IFG) melanjutkan sejumlah langkah penguatan keuangan anak perusahaan. Salah satu langkah terbaru adalah menggandeng PT Bank Tabungan Negara (BTN) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) untuk membangun iklim bisnis asuransi kredit yang sehat dan berkelanjutan, baik di industri perbankan maupun industri asuransi dan penjaminan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis (18/11) yang disaksikan langsung oleh Direktur Utama IFG Robertus Billitea, Direktur Bisnis IFG Pantro Pander Silitonga, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo, dan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

MoU ditandatangani antara BTN dengan empat entitas anak perusahaan IFG, yaitu PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), dan PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life). Sementara, kerja sama dengan BNI melibatkan tiga entitas anak perusahaan IFG yaitu Askrindo, Jasindo dan Jamkrindo.


Direktur Utama IFG, Robertus Billitea mengatakan, komitmen bersama ini memiliki visi untuk menciptakan layanan asuransi kredit yang lebih sehat dan saling menguntungkan. Selain itu, inisiatif juga disebut merupakan bagian dari pembenahan tata kelola dan manajemen risiko anak perusahaan IFG.

"Komitmen bersama antara IFG dengan BTN dan BNI ini bertujuan untuk meningkatkan produk dan layanan asuransi kredit yang lebih sehat, kompetitif, dan menguntungkan, sehingga dapat menciptakan iklim bisnis yang lebih sehat dan sustainable, baik dari sisi perusahaan asuransi, penjaminan, dan perbankan," kata Robertus.

Pantro Pander Silitonga selaku Direktur Bisnis IFG mengatakan, inisiatif bersama BTN dan BNI ini sebagai langkah awal IFG dalam upaya menghadirkan produk dan layanan asuransi kredit dengan pembenahan business model, terms and conditions, berikut premi asuransi yang disesuaikan dengan asas prinsip kehati-hatian, serta disiplin pricing yang disesuaikan dengan risk profile objek tertanggung.

Dia menegaskan, IFG juga akan terus mendorong anak perusahaan dalam merealisasikan peningkatan praktik terbaik dalam pengelolaan risiko di sektor asuransi, khususnya asuransi kredit.

"Inovasi bagi perbaikan di industri asuransi khususnya asuransi kredit ini merupakan langkah strategis dari peran IFG sebagai holding yang mengawasi jalannya proses penyehatan asuransi kredit. Adapun tujuan utama yang ingin kita capai adalah industri asuransi yang lebih sehat, khususnya bagi para anggota holding," ujarnya.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menyatakan menyambut kerja sama yang terjalin. Dia menilai, baik konsolidasi antar anak perusahaan IFG, transformasi tata kelola, dan operasional ekosistem asuransi nasional perlu terus ditingkatkan.

"Kerja sama ini dilakukan atas dasar semangat sinergi yang sehat untuk memperkuat industri keuangan nasional, sehingga ke depannya bisa melahirkan lebih banyak lagi bentuk kerjasama serupa yang bisa dikembangkan dengan perbankan lainnya," kata Kartika.

Menurut Robertus, IFG belum akan berhenti melanjutkan kolaborasi dengan mitra perbankan lain sebagai upaya penguatan industri asuransi dalam negeri.

"Juga, IFG masih akan terus menjalankan amanahnya untuk membentuk ekosistem asuransi BUMN yang sehat dan memiliki daya saing yang kuat, memberikan perlindungan bagi para pemegang polis, dan mendorong perekonomian nasional," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, lembar MoU antara IFG dengan BTN ditandatangani oleh Direktur Teknis Askrindo Vincentius Wilianto, Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo Suwarsito, Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Diwe Novara, Direktur Operasional dan TI IFG Life Yusman Dedy Kusuma, serta Direktur Consumer and Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar.

Sedangkan MoU antara IFG dengan BNI ditandatangani oleh Direktur Teknis Askrindo Vincentius Wilianto, Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Diwe Novara, Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo Suwarsito, dan Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies.

(rea/rea)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER