2.000 Buruh Geruduk Kantor Ganjar Pranowo, Besok

CNN Indonesia
Rabu, 24 Nov 2021 12:20 WIB
Sebanyak 2.000 buruh akan turun ke jalan mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, besok Kamis (25/11), memprotes angka kenaikan UMP. Sebanyak 2.000 buruh akan turun ke jalan mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, besok Kamis (25/11), memprotes angka kenaikan UMP. (CNN Indonesia/Damar Sinuko).
Semarang, CNN Indonesia --

Sebanyak 2.000 buruh akan turun ke jalan mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Jalan Pahlawan, Semarang, pada esok hari Kamis (25/11), memprotes kenaikan upah minimum provinsi (UMP).

Rencana aksi ini disampaikan oleh Koordinator Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jawa Tengah Nanang Setyono usai melakukan rapat koordinasi bersama perwakilan federasi yang akan menerjunkan massa.

"Hasil pertemuan tadi, kami sepakat besok Kamis (25/11) aksi turun ke jalan memprotes penetapan UMP di Jateng pada 2022. Dari penghitungan tadi, ada sekitar 2.000 orang buruh yang akan turun dengan sasaran di Kantor Gubernuran jalan Pahlawan", ungkap Nanang di Semarang, Rabu (24/11).


Menurut Nanang, aksi turun ke jalan para buruh ini tak lepas dari besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jawa Tengah yang telah ditetapkan untuk tahun 2022 dimana angkanya paling kecil se-Indonesia.

"Kami sangat prihatin sekali dengan penetapan UMP 2022. Bayangkan saja, Jawa Tengah tidak hanya terkecil (kenaikan UMP) di Pulau Jawa tapi se-Indonesia, ini benar-benar bentuk penindasan terhadap kaum buruh di Jateng. UMP yang ditetapkan 2022 hanya Rp.1.813.011 ", imbuh Nanang.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar telah menyatakan siap melakukan pengawalan dan pengamanan jalannya aksi demo buruh pada esok Kamis.

Irwan pun berharap agar massa buruh tetap menjalankan prokes agar tidak menjadi klaster penularan covidp-19 seiring Kota Semarang sudah berstatus level-1.

"Kita siap kawal dan amankan. Kaum buruh punya hak menyampaikan pendapat, itu hak asasi kok. Pesan kita supaya jaga kondusivitas, tertib, damai dan tetap prokes supaya tidak jadi klaster baru", tandas Irwan.

[Gambas:Video CNN]



(dmr/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER