Ahok soal Wacana IBC Beli Pabrik Mobil Listrik di Jerman: Bullshit

CNN Indonesia
Jumat, 26 Nov 2021 06:59 WIB
Komut Pertamina Ahok menilai wacana IBC membeli mobil listrik di Jerman bullshit alias omong kosong. Komut Pertamina Ahok menilai wacana IBC membeli mobil listrik di Jerman bullshit alias omong kosong. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai wacana PT Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk membeli sebuah pabrik mobil listrik di Jerman cuma pepesan kosong.

"Saya dengar ini PT IBC mau beli pabrik mobil listrik di Jerman, itu PPI pernah paparan ke kami dekom (dewan komisaris). Kami bilang narasinya apa mesti beli mobil listrik di Jerman?" terang Ahok di akun Youtube resminya Panggil Saya BTP pada Jumat (19/11).

Pasalnya, menurut kabar yang dia dengar, pembelian pabrik mobil listrik di Jerman bertujuan untuk mempermudah IBC agar bisa memasuki pasar Amerika Serikat (AS) dan China.


Pertimbangan ini muncul karena pembelian pabrik disebut memiliki valuasi yang menggiurkan di masa depan. "Tapi dasarnya apa future valuation itu? Ini kan barang baru. Kalau Anda bilang ini masuk, ini bisa untung, nah saya tanya mens rea-nya apa? Anda bodoh atau tadi, ada yang nitip beli?" ujarnya.

"Bullshit (omong kosong) gue bilang. Lo sudah tahu kok, pakai perasaan kamu deh. Anda tidak mau bikin mobil listrik, sudah punya aki, lebih baik kembangin anak-anak ITS," ungkap mantan gubernur DKI tersebut.

Menurut Ahok, IBC sebaiknya sebisa mungkin membuat kerja sama dengan pihak lain yang bisa membantu Indonesia mengembangkan mobil listrik sendiri. Toh, Indonesia punya bahan baku untuk membuat baterai listrik yang juga punya peranan penting dalam industri mobil listrik ke depan.

Selain itu, Indonesia juga punya keunggulan dari segi pasar. Menurut catatannya, potensi pasar Indonesia mencapai 170 juta orang.

"Kenapa tidak ajak Wuling, misalnya, atau perusahaan China lain, 'Gue mau bikin mobil pakai merek gue, boleh tidak?' Boleh kok," katanya.

"Masih ingat tidak dulu Hyundai jadi Bimantara, KIA jadi Timor, it's okay, Kenapa Anda tidak lakukan seperti itu supaya Anda bisa berkembang?" terusnya.

Menurutnya, bila IBC bisa bekerja sama dengan pihak lain yang mau membangun pabrik mobil listrik di dalam negeri, hasil bisnisnya akan lebih besar. Sebab, kerja sama ini bisa mengupayakan agar produksi mobil listrik menggunakan komponen lokal dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Saya tanya kenapa tidak ajak Wuling kerja sama yang sudah ada di Karawang? Ajak Hyundai kerja sama? Ya dong. Terus mesti pakai besi pelat Krakatau Steel, itu sudah buat pelat yang baik," jelas Ahok.

Lagipula, menurutnya, membeli pabrik mobil listrik di Jerman tidak serta merta membuat Indonesia bisa masuk ke pasar AS dan China.

Sebab, kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut sudah punya produsen mobil listrik yang dominan di pasar internasional.

"Bos, di Amerika ada Tesla bos. Di China, aduh Wuling cuma Rp50 juta mobil listrik. Anda bawa teknologi Jerman? For what?" tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER