Pemerintah Gelontorkan Rp11 T untuk Lanjutkan Kartu Prakerja di 2022

CNN Indonesia
Rabu, 01 Dec 2021 11:48 WIB
Pemerintah akan menggelontorkan Rp11 triliun untuk melanjutkan Kartu Prakerja pada tahun depan. Itu 4,3 persen dari dana sosial Rp252 triliun di 2022. Pemerintah akan menggelontorkan Rp11 triliun untuk melanjutkan Kartu Prakerja pada tahun depan. Itu 4,3 persen dari dana sosial Rp252 triliun di 2022. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah akan melanjutkan program Kartu Prakerja pada tahun depan. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontorkan bagi Kartu Prakerja mencapai 2 kali lipat dibandingkan anggaran tahun ini.

"Pemerintah akan alokasikan dana sosial sebesar Rp252,3 triliun dan dari dana tersebut Rp11 triliun atau 4,3 persen di antaranya akan digunakan untuk Kartu Prakerja," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu dalam webinar Kartu Prakerja, Rabu (1/12).

Dengan anggaran tersebut, ia meminta kepada Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja untuk terus melakukan evaluasi mendalam terhadap program peningkatan kompetensi bagi pencari kerja ini.


Ia mengungkapkan program Kartu Prakerja merupakan program yang pada dasarnya diinisiasi untuk menjembatani gap antara tenaga kerja dan industri.

"Secara titahnya memang ini ditujukan untuk lebih luas lagi yaitu menjembatani gap antara kompetensi tenaga kerja dengan pasar tenaga kerja," katanya.

Ia menambahkan sejak peluncurannya pada tahun lalu, Kartu Prakerja berhasil menjangkau 12 juta orang dari 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut manajemen mengadakan survei terhadap 7,2 juta responden peserta Kartu Prakerja.

Hasilnya, 85 persen responden tidak pernah mengikuti pelatihan sama sekali, 52 persen di antaranya tinggal di pedesaan, 49 persen merupakan wanita, dan 3,6 persen di antaranya penyandang disabilitas. Dengan demikian, pelatihan dinilai menjadi penting bagi para pencari kerja.

[Gambas:Video CNN]

Lebih dari satu tahun, Prakerja memberikan sejumlah efek positif bagi pasar tenaga kerja Indonesia. Penelitian yang diadakan oleh The Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab (J-Pal) mengungkapkan peserta yang memperoleh sertifikat dari pelatihan meningkatkan penggunaan sertifikat di pasar tenaga kerja hingga 172 persen.

"Peserta menggunakan sertifikat untuk mencari kerja naik signifikan hingga 172 persen," kata Professor di Massachusetts Institute of Technology (MIT) sekaligus Direktur J-Pal Benjamin Olken, Rabu (1/12).

Peserta Kartu Prakerja 18 persen lebih besar kemungkinan untuk mendapat pekerjaan setelah mendapat pelatihan. Selain itu, insentif Kartu Prakerja yang diterima peserta juga meningkatkan pembelian aset sebesar 21 persen. Aset yang dimaksud berupa kendaraan bermotor, emas, hingga produk elektronik.

(fry/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER