Master Meter, Program Coca-Cola Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Medan

Coca-Cola | CNN Indonesia
Jumat, 03 Dec 2021 18:36 WIB
Coca-Cola Foundation Indonesia bekerja sama dengan USAID, PDAM dan Perkumpulan Arta Jaya menyediakan akses layanan air bersih untuk masyarakat di Medan. (Ki-Ka) Urban Environment Officer, USAID Indonesia Hung Vo, Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia Triyono Prijosoesilo (memegang kendi), Perwakilan Penerima Manfaat Program Master Meter Yustina Rangkuti, Deputy Chief of Party, USAID IUWASH Plus Alifah Sri Lestari, Gubernur Provinsi Sumatera Utara Letnan Jenderal TNI (Purn), Edy Rahmayadi (membuka keran air), dan Direktur Utama, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Kabir Bedi pada hari ini (2/12/21) meresmikan inisiatif kerja sama “Sistem Master Meter” oleh Coca-Cola Foundation Indonesia didukung The Coca-Cola Foundation bersama USAID, PDAM dan Perkumpulan Arta Jaya untuk menyediakan akses layanan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Medan, Sumatera Utara. (Arsip Coca-Cola).
Jakarta, CNN Indonesia --

Akses air bersih menjadi salah satu masalah nyata yang masih terjadi dan kerap ditemui di Indonesia. Banyak masyarakat yang masih kekurangan air bersih dan sanitasi yang layak.

Atas dasar itu, Coca-Cola Foundation Indonesia didukung The Coca-Cola Foundation bekerja sama dengan USAID, PDAM dan Perkumpulan Arta Jaya dalam menyediakan akses layanan air bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Medan, Sumatera Utara.


Saadia Madsbjerg, President of The Coca-Cola Foundation menuturkan melalui program Master Meter, sebanyak enam unit telah terpasang dan dirancang untuk menyediakan akses air minum perpipaan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

"Tersedianya akses air bersih yang memadai diharapkan dapat memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di kedua daerah tersebut," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (3/12).

Menurutnya, selaku lembaga filantropi internasional The Coca-Cola Company, The Coca-Cola Foundation menyediakan pendanaan bagi inisiatif Master Meter.

Sementara Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bekerja sama dengan USAID IUWASH PLUS dalam memantau keberhasilan program di wilayah tersebut. Program ini berupaya meningkatkan akses air minum yang aman, sanitasi, dan kebersihan bagi masyarakat yang terpinggirkan.

Dia menuturkan penyediaan akses air, sanitasi dan kebersihan (WASH) merupakan tiga hal mendasar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"The Coca-Cola Foundation menganggap WASH sebagai prioritas utama untuk mendukung masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah terpencil di Indonesia. Kami bangga dapat memperluas peran kami dalam memobilisasi sumber daya dan memperkuat hubungan kami dengan para mitra," katanya.

Dia menambahkan fasilitas Master Meter telah beroperasi penuh sejak bulan November 2021 dan akan meningkatkan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak bagi 400 rumah tangga dengan 40% tingkat kesejahteraan terendah di wilayah tersebut.

Coca-Cola(Ki-Ka) Pembawa acara Andini Effendi, Direktur Utama, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Kabir Bedi, Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia Triyono Prijosoesilo, Deputy Chief of Party, USAID IUWASH Plus Alifah Sri Lestari dan Direktur Perkumpulan Arta Jaya Arma Wati Chaniago pada acara Virtual Media Briefing "Program Penyediaan Akses Air Bersih Melalui Sistem Master Meter di Medan, Sumatera Utara" siang hari ini (02/12/21) yang membahas mengenai Program Master Meter yang diinisiasi oleh Coca-Cola Foundation Indonesia didukung The Coca-Cola Foundation bersama USAID, PDAM dan Perkumpulan Arta Jaya. (Arsip Coca-Cola).

Adapun, jaringan perpipaan sambungan rumah sepanjang 1.679,15 meter telah terhubung ke rumah-rumah warga untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum bagi sekitar 2.000 warga dengan biaya yang lebih rendah dan terjangkau.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Letnan Jenderal TNI (Purn.) Edy Rahmayadi mengatakan akses terhadap air berkualitas merupakan kunci dari pembangunan ekonomi dan sosial suatu negara.

Pihaknya sangat mendukung program tersebut sebagai salah satu solusi untuk menjawab tantangan penyediaan fasilitas air minum perpipaan dan sanitasi yang layak bagi masyarakat, terutama untuk menjangkau mereka yang tinggal di daerah terpencil.

"Kerja sama ini dapat membantu target Pemerintah dalam mendorong percepatan distribusi pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat di Kota Medan, sekaligus ke depannya dapat menjadi percontohan bagi wilayah lainnya."

Selama ini, kata dia, masyarakat yang bermukim di wilayah Kelurahan Besar dan Kelurahan Rengas Pulau mengalami masalah kesehatan akibat rendahnya kualitas kebersihan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, warga yang sebagian besar bermata pencaharian di sektor informal seperti buruh harian, pemulung, penarik becak dan lainnya mengalami kesulitan untuk menjangkau akses instalasi jaringan perpipaan air minum yang ada saat ini dikarenakan keterbatasan ekonomi.

Triyono Prijosoesilo, Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia memaparkan pihaknya sangat mengapresiasi upaya kerja sama antara Pemerintah, USAID, PDAM Tirtanadi, Perkumpulan Arta Jaya dan masyarakat setempat dalam mendukung upaya mendorong percepatan distribusi penyediaan akses air melalui inisiatif Master Meter.

"Melalui Program Air untuk Masyarakat (Community Water Program) dari Coca-Cola, fasilitas Master Meter diharapkan dapat meningkatkan ketahanan air masyarakat dengan menyediakan solusi perpipaan air bersih bagi warga dan juga memajukan taraf hidup mereka melalui penerapan perilaku hidup bersih," katanya.

Menurutnya, kemitraan multi-stakeholder tersebut dijalankan oleh Perkumpulan Arta Jaya, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berbasis di Medan. Sementara penyediaan dan pembangunan instalasi Master Meter dilaksanakan oleh PDAM Tirtanadi dengan dukungan penuh dari sejumlah kelompok swadaya masyarakat (KSM) dalam pengelolaannya.

"Bersama dengan berbagai kelompok swadaya masyarakat tersebut, warga akan mengelola penggunaan, pemeliharaan dan iuran rutin fasilitas Master Meter yang telah terpasang di setiap lokasi," katanya.

Kabir Bedi, Direktur Utama, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi mengatakan, sistem perpipaan Master Meter diharapkan dapat memberikan manfaat berupa solusi sambungan perpipaan air bersih bagi masyarakat yang bermukim di wilayah informal atau yang secara teknis tidak terjangkau oleh pelayanan sambungan perpipaan rumah reguler PDAM.

"Program ini akan memberikan dukungan teknis bagi PDAM Tirtanadi untuk pendistribusian perpipaan air minum secara lebih luas kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kelurahan Besar dan Kelurahan Rengas Pulau."

Sementara itu, Hung Vo, Urban Environment Officer, USAID Indonesia memastikan akses yang adil terhadap layanan air bersih dan sanitasi merupakan tujuan penting yang membutuhkan kontribusi dari banyak sektor.

USAID, kata dia, dengan bangga mendukung kerja sama penting ini melalui IUWASH PLUS. Pihaknya mendukung PDAM Tirtanadi, Perkumpulan Arta Jaya, dan kelompok masyarakat untuk merancang dan mengimplementasikan sistem Master Meter dengan lebih baik dan memastikan bahwa sistem tersebut melayani masyarakat dengan baik.

"Bersama-sama kami membantu masyarakat rentan di Medan untuk mendapatkan akses ke fasilitas air bersih, memungkinkan mereka untuk mempraktikkan perilaku higienis yang baik -- termasuk mencuci tangan dengan sabun -- untuk melindungi mereka dari penyakit dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat untuk generasi mendatang." ungkapnya.

(osc/osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER