OJK Terima 595 Ribu Pengaduan di 2021, Berlipat 22 Kali dari 2017

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Dec 2021 15:10 WIB
OJK menyatakan terdapat 595 ribu pengaduan masyarakat sepanjang tahun ini, sementara di 2017 jumlahnya hanya 25 ribu. OJK menyatakan terdapat 595 ribu pengaduan masyarakat sepanjang tahun ini, sementara di 2017 jumlahnya hanya 25 ribu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bandung, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan ada 595.521 pengaduan dari masyarakat terkait produk keuangan sepanjang tahun ini, naik 22 kali lipat dibandingkan pengaduan pada 2017.

"Tahun ini belum habis saja sudah ada 600 ribu pengaduan," kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam pertemuan dengan media di Bandung, Sabtu (4/12).

Pada 2017 OJK menerima 25 ribu pengaduan, sementara tahun berikutnya naik menjadi 86 ribu, dan 117 ribu pada 2019.


Jumlah ini kian meroket di tengah pandemi covid-19, yaitu mencapai 245 ribu pengaduan pada 2020 dan 595 ribu pengaduan pada 2021.

Mayoritas laporan masyarakat terkait fintech seperti produk keuangan yang ditawarkan, keberatan biaya denda, restrukturisasi pinjaman online, legalitas layanan keuangan, hingga perilaku buruk penagih utang (debt collector).

Kemudian diikuti oleh aduan perbankan seperti penipuan hingga restrukturisasi.

Selanjutnya, Instrumen Keuangan Non Bank (IKNB) Pembiayaan dan Pasar Modal juga menjadi industri yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

OJK juga mengungkapkan jumlah sengketa yang masuk ke Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) juga mencapai ribuan kasus. Pada tahun ini saja, OJK menerima 1101 sengketa, dengan 603 di antaranya telah dinyatakan selesai, 441 sengketa dalam proses, dan 116 masih belum diproses.

Ke depan, OJK menyatakan akan memperkuat pengawasan sengketa yang masuk ke LAPS, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia secara berkala dengan memberikan edukasi terkait mediasi dan arbitrase.

"Agar tetap keputusan itu seimbang antara kepentingan konsumen dan pemberi layanan keuangan," ujarnya.

(tim/vws)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER