Menelisik Pernyataan Erick Thohir Soal Krakatau Steel Bakal Bangkrut

CNN Indonesia
Senin, 06 Dec 2021 20:20 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Krakatau Steel bsa bangkrut Desember ini bila 3 langkah restrukturisasi gagal. Berikut penjelasannya. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Krakatau Steel bsa bangkrut Desember ini bila 3 langkah restrukturisasi gagal. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bisa bangkrut (default) pada Desember ini bila tiga upaya restrukturisasi gagal dilakukan. Itu ia nyatakan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI Kamis (2/12) lalu 

Erick mengatakan emiten berkode KRAS ini akan bangkrut 31 Desember 2021 ini jika pihak terkait tidak melakukan sejumlah langkah, salah satunya menjual sub holding Krakatau Steel, yaitu PT Krakatau Sarana Infrastruktur.

Adapun ketiga upaya restrukturisasi yang dimaksudnya adalah, pertama, keluar dari proyek mangkrak pembuatan pabrik blast furnace seharga US$850 juta yang dimulai pada 2008.


Erick menyebut sempat ada investor China yang ingin mengambil alih proyek tersebut. Namun, karena harga baja sedang tinggi dan estimasi biaya pembangunan pabrik naik dua kali lipat, investasi pun gagal direalisasikan.

Kedua, negosiasi dengan perusahaan baja Posco sebagai pemilik saham terbesar Krakatau Steel. Erick ingin mengambil alih mayoritas saham perusahaan. Namun, hingga kini belum ada jawaban dari Posco.

Sedangkan ketiga, menyuntikkan dana investasi dari Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority alias INA.

"Ini krusial kalau (langkah) ketiga sudah gagal, kedua gagal, pertama gagal, Desember ini (KRAS) bisa default," ujar Erick.

[Gambas:Video CNN]

Lantas, separah apa potret keuangan Krakatau Steel?

Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp853 miliar sampai dengan Kuartal III 2021. Menurut Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, keuntungan disumbang oleh peningkatan penjualan, peningkatan efisiensi, serta kontribusi anak perusahaan.

Lewat rilis resmi, Silmy menyebut volume penjualan produk pipa baja, long product maupun pelat baja mengalami peningkatan 36,9 persen menjadi 1.592.282 ton dibandingkan di periode sama 2020 sebesar 1.162.532 ton.

Nilai penjualan perseroan tercatat sebesar Rp23 triliun di Kuartal III 2021 ini, meningkat 71,5 persen jika periode sama sama tahun lalu.

Penjualan produk hilirisasi juga mengalami peningkatan volume penjualan sebesar 656,2 persen menjadi sebesar 13.181 ton hingga periode tersebut.

Sedangkan EBITDA Krakatau Steel meningkat 136,5 persen di Kuartal III 2021 ini sebesar Rp1,7 triliun dibandingkan dengan EBITDA di periode yang sama tahun lalu, yakni Rp745,1 miliar.

Tak hanya kuartal III 2021, sebelumnya Erick juga sempat memamerkan kinerja keuangan Krakatau Steel ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, KRAS mampu 'menyulap' rugi selama 8 tahun terakhir ini menjadi laba sebesar Rp609 miliar.

Tak terima induk usaha PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) disebut bakal bangkrut, Komisaris PT KSI Roy Maningkas pun mengajak Menteri BUMN Erick Thohir bertaruh Rp1 miliar. Ia percaya diri karena menilai kondisi keuangan sudah mulai membaik.

Ia menuturkan sebagai aset strategis, seharusnya KRAS diperlakukan dengan tujuan strategis pula. Ia mengingatkan agar jangan sampai karena motif tertentu, KRAS menjadi korban dari kepentingan oknum.

"Saya pernah menjadi komisaris di Krakatau Steel dan sekarang di subholding KSI. Saya percaya dan yakin, Krakatau Steel tidak seburuk yang disampaikan oleh menteri BUMN," katanya.

Lebih jauh Roy menambahkan untuk menyelesaikan kewajiban Krakatau Steel kepada sejumlah krediturnya, perusahaan telah memiliki sejumlah rencana. Termasuk melepas kepemilikan saham di KSI hingga 40 persen.

Akan tetapi, kata Roy, belakangan muncul permintaan agar saham KSI dilepas sebanyak 70 persen sampai 2023. Ia menilai hal ini yang justru akan merugikan Krakatau Steel sebagai pemegang saham mayoritas.

Pasalnya, KSI merupakan aset penting dan kas keuangan Krakatau Steel. Bahkan, ia menyebut saat ini sekitar 50 persen EBITDA perusahaan berasal dari KSI.

"Menurut saya Pak Menteri juga enggak jujur kalau ngomong yang mau beli KSI cuma INA (Indonesia Investment Authority). Tolong, dahulukan kepentingan negara, bukan kelompok apalagi individu," tambah Roy.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER