JNE Akan PHK Pegawai dan Putus Kontrak Mitra Terlibat Lowongan SARA

CNN Indonesia
Rabu, 08 Des 2021 10:56 WIB
JNE menyatakan akan memutus kontrak mintra yang terlibat dalam penerbitan poster lowongan kerja yang mensyaratkan pelabar harus beragama Islam. JNE menyatakan akan memutus kontrak mintra yang terlibat dalam penerbitan poster lowongan kerja yang mensyaratkan pelabar harus beragama Islam. Ilustrasi. (www.jne.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) merespons ramainya perbincangan warganet terkait isu Suku, Agama, Ras, dan Golongan (SARA) yang merebak di media sosial Twitter.

Manajemen JNE menyatakan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak mitra dan oknum karyawan yang terlibat dalam kasus SARA itu.

"Oleh karena itu manajemen JNE secara tegas memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak mitra dan kepada oknum karyawan yang terkait dengan kasus ini akan dilakukan pemutusan hubungan kerja," tulis JNE dalam keterangan resmi, Rabu (8/12).


Sebagai informasi, JNE ramai diperbincangkan di dunia maya terkait poster lowongan kerja SARA mereka. Dalam poster, mereka menyatakan butuh kurir. Syarat kurir, yang kemudian memantik reaksi masyarakat.

Pasalnya, masyarakat yang ingin melamar jadi kurir wajib beragama Islam.

Poster tersebut diketahui berasal dari Cabang JNE di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Perusahaan yang menaunginya ialah CV Bangun Banua Lestari.

Lantas, poster tersebut menuai kecaman dari warganet salah satunya akun warganet dengan mempertanyakan maksud poster tersebut kepada akun Customer Services Twitter JNE. "Apa maksudnya @JNECare hanya memprioritaskan karyawan hanya untuk yang muslim saja, apakah non muslim tidak diakui di negeri ini?," ujar @pencerah__, Selasa (7/12).

Hingga saat ini, unggahan tersebut sudah menerima 216 komentar, 266 retweet, dan 490 like. Akun tersebut bahkan menuliskan hashtag boikot JNE dan menandai beberapa kementerian.

[Gambas:Video CNN]

Perusahaan menilai kejadian tersebut sebagai pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang selama ini menjadi nilai-nilai perusahaan seperti keberagaman dan perbedaan.

"JNE hadir di Indonesia selama 31 tahun dan dibangun oleh manajemen dan karyawan/karyawati yang berasal dari beragam suku bangsa, ras, dan agama," kata mereka.

Perusahaan mengklaim telah banyak mengadakan aktivitas bagi pegawai dengan latar agama berbeda seperti perjalanan umrah, pengiriman gratis Alquran dan Alkitab, santunan bagi panti asuhan Muslim, Kristiani, Hindu, dan Buddha, hingga konten ibadah Jumat dan Minggu.

(fry/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER