BI Pede Ekonomi RI Tumbuh di Atas 4,5 Persen Kuartal IV 2021

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Kamis, 16 Des 2021 17:17 WIB
Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi akan terus membaik pada kuartal IV 2021. Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi akan terus membaik pada kuartal IV 2021. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) meyakini pertumbuhan ekonomi tanah air akan mencapai lebih dari 4,5 persen pada kuartal IV 2021. Proyeksi tersebut muncul di tengah penemuan kasus pertama covid-19 varian omicron di Indonesia yang diumumkan pada hari ini, Kamis (16/12).

"Kami melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal IV ini akan terus membaik," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di konferensi pers virtual, Kamis (16/12).

Perry mengatakan proyeksi ini didasari oleh perkembangan sejumlah indikator ekonomi di Indonesia, seperti surplus neraca pembayaran sebesar US$3,5 miliar per November 2021. Lalu, investasi portofolio asing yang mencatatkan net outflow US$2,3 miliar pada 1 Oktober sampai 14 Desember 2021.


Kemudian, cadangan devisa sebesar US$145,9 miliar pada November 2021. Selanjutnya, transaksi berjalan diperkirakan berada di kisaran surplus 0,3 persen sampai defisit 0,5 persen dari PDB pada 2021 dan defisit 1,1 persen sampai 1,9 persen pada 2022.

"Dan kami akan terus pantau perbaikan indikator ini termasuk jelang akhir tahun dalam rangka natal dan tahun baru serta ekspansi fiskal yang biasanya meningkat di akhir tahun," jelasnya.

Lebih lanjut, Perry tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai angka tersebut meski ada kasus omicron di dalam negeri. Pasalnya, ia yakin pemerintah bisa mengendalikan dengan menggunakan pengalaman dalam menangani penyebaran covid-19 varian delta pada beberapa waktu lalu.

"Tentu saja seluruh dunia termasuk kita memantau varian omicron. Kami menaruh keyakinan kepada Pak Presiden, Satgas, tenaga kesehatan, dan lainnya," katanya.

Sementara secara keseluruhan, bank sentral nasional memperkirakan laju perekonomian tumbuh di kisaran 3,2 persen sampai 4 persen pada 2021. Sedangkan pada tahun depan di kisaran 4,7 persen hingga 5,5 persen.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan kasus covid-19 varian omicron pertama di Indonesia. Kasus pertama ditemukan menjangkit seorang pasien di Wisma Atlet, Jakarta.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER