Pedagang Wonokromo Sebut Minyak Goreng di Atas Rp20 Ribu ke Airlangga

CNN Indonesia
Kamis, 13 Jan 2022 14:36 WIB
Pedagang Pasar Wonokromo di Surabaya bernama Musdalifa mengatakan harga rata-rata minyak goreng Rp22 ribu hingga Rp26 ribu. Itu untuk kemasan 2 liter. Pedagang Pasar Wonokromo di Surabaya bernama Musdalifa mengatakan harga rata-rata minyak goreng Rp22 ribu hingga Rp26 ribu. Itu untuk kemasan 2 liter. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu pedagang Pasar Wonokromo di Surabaya bernama Musdalifa mengatakan harga rata-rata minyak goreng Rp22 ribu hingga Rp26 ribu untuk kemasan 2 liter. Hal itu diungkapkan langsung di depan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Untuk hari ini yang membeli minyak goreng dan masuk ke dalam Pasar Wonokromo masih sepi, sebab pembeli terserap operasi pasar yang digelar pemerintah di luar pasar, dengan harga rata-rata Rp14 ribu," ucap Musdalifah, dikutip dari Antara, Kamis (13/1).

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku sengaja mengunjungi sejumlah pasar untuk memantau harga minyak goreng secara langsung.


"Dalam tinjauan pasar hari ini, kami mengecek harga operasi pasar, khususnya minyak goreng. Tujuannya untuk mendukung kebijakan pemerintah menekan harga minyak goreng hingga level Rp14 ribu," ucap Airlangga.

Ia menargetkan harga minyak goreng turun pekan depan. Rencananya, pemerintah akan menggelontorkan minyak goreng seharga Rp14 ribu pada akhir pekan ini.

"Mudah-mudahan pekan depan harga minyak goreng sudah di level Rp14 ribu melalui kebijakan stabilisasi harga dengan menggelar operasi pasar," jelas Airlangga.

[Gambas:Video CNN]

Harga minyak goreng di Indonesia melambung tinggi belakangan ini. Di sejumlah pasar, harga bahkan sempat menembus Rp40 ribu untuk kemasan 2 liter.

Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah menunjuk lima produsen minyak goreng guna memproduksi minyak seharga Rp14 ribu. Ke depan, jumlah produsen akan bertambah menjadi 70.

Program stabilisasi pasar itu merupakan hasil kerja sama pemerintah dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Nantinya, BPDPKS akan menggelontorkan dana pungutan sebesar Rp3,6 triliun untuk menutup selisih harga di pasar.

(antara/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER