KAI Akui Karyawan Terjebak Investasi Bodong Modus Tebus Mobil Murah

CNN Indonesia
Rabu, 19 Jan 2022 17:06 WIB
PT KAI mengakui sejumlah karyawannya terjerat investasi bodong dengan modus tebus mobil murah. Saat ini, kasus tersebut diselidiki oleh Polda Jawa Barat. PT KAI mengakui sejumlah karyawannya terjerat investasi bodong dengan modus tebus mobil murah. Saat ini, kasus tersebut diselidiki oleh Polda Jawa Barat. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aji Styawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT KAI (Persero) mengakui sejumlah karyawan perusahaan BUMN kereta api itu terjerat investasi bodong. Adapun, modus yang digunakan tebus mobil murah.

"Iya, informasinya memang ada kejadian tersebut," ungkap Humas PT KAI Joni Martinus kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/1).

Sebelumnya, dilaporkan kasus penipuan dengan modus investasi mobil murah yang mayoritas korbannya karyawan PT KAI.


Investasi mobil itu sendiri dilakukan sebuah perusahaan bernama Jaringan Bisnis. Dengan menjadi peserta, seseorang bisa mendapatkan mobil bekas dengan harga terjangkau.

Namun, peserta diminta untuk menyimpan uang sebesar puluhan hingga ratusan juta terlebih dahulu. Kemudian, peserta menunggu beberapa tahun untuk mendapat mobil yang diinginkan.

Total kerugian dari dari seluruh peserta investasi bodong tersebut diduga mencapai puluhan miliar rupiah.

Meski demikian, Joni mengaku pihaknya belum mengetahui secara detail kronologi pegawai yang tertipu oleh investasi tersebut.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada pegawai agar waspada terhadap investasi bodong yang menjanjikan imbalan di luar kewajaran.

"Untuk kasus hukumnya, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib karena kasus ini merupakan ranah pribadi atau di luar urusan kedinasan," sambung Joni.

Sebelumnya, Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mendorong aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus penipuan dengan modus investasi mobil murah tersebut.

"Saya menerima laporan di lingkungan PT KAI ada kasus penipuan dengan modus investasi mobil. Mayoritas korbannya karyawan PT KAI," kata Dedi seperti dikutip dari Antara.

Dedi mengatakan sesuai dengan pengakuan sejumlah korban yang rata-rata polisi khusus kereta, kasus itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian sejak beberapa bulan lalu.

Dedi mengaku kaget saat menerima laporan tersebut karena jumlah pesertanya sangat banyak. Menurutnya, ada dua kemungkinan kategori kasus tersebut, yakni wanprestasi pengelolaan keuangan atau investasi bodong.

"Kita mendorong agar menjadi sesuatu yang terbuka agar perusahaan bertanggung jawab dan penegak hukum terus mengungkap, karena pesertanya ada yang sampai pinjam bank untuk diikutsertakan dalam usaha ini, tapi sekarang tidak jelas uangnya," katanya.

Sementara itu, salah seorang koordinator korban investasi mobil bodong Dwi mengaku sempat mengajak keluarga dan saudaranya untuk mengikuti investasi mobil tersebut. Ia mengalami kerugian lebih dari Rp300 juta.

Ia menjelaskan jaringan bisnis itu awalnya ditawarkan oleh rekannya sesama karyawan PT KAI. Usut punya usut ternyata investasi mobil tersebut dijalankan sendiri oleh istri karyawan itu.

"Jadi jaringan bisnis ini awalnya membeli mobil baru, kemudian direntalkan ke perusahaan atau instansi. Nah, saat masa rentalnya itu habis, mobil itu ditawarkan kepada peserta," terang Dwi.

Perusahaan jaringan bisnis ini berkantor di Surabaya, sedangkan pemiliknya ada warga Bekasi, Jawa Barat. Namun kini rumah pemiliknya sudah disita warga setempat yang menjadi peserta investasi.

Dwi mengaku sudah melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Mabes Polri, tapi dilimpahkan ke Polda Jawa Barat. Kini kasus itu tengah ditangani Polda Jawa Barat.

[Gambas:Video CNN]



(ryan/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER