Progres PLTU Sambelia Lombok Capai 78,31 Persen

Christine Novita Nababan | CNN Indonesia
Kamis, 20 Jan 2022 06:32 WIB
PLN mencatat progres pembangunan PLTU Sambelia mencapai 78,31 persen per Januari 2022. Proyek bernilai Rp3,2 triliun akan memperkuat kelistrikan Lombok. PLN mencatat progres pembangunan PLTU Sambelia mencapai 78,31 persen per Januari 2022. Proyek bernilai Rp3,2 triliun akan memperkuat kelistrikan Lombok. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN (Persero) berkomitmen menyelesaikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sambelia di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, progres proyek pembangkit listrik bernilai Rp3,2 triliun itu sudah mencapai 78,31 persen.

"Proyek pembangkit itu sudah menyerap lebih dari 900 tenaga kerja dan telah berprogres 78,31 persen sampai Januari 2022," tutur General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara Josua Simanungkalit di Mataram, Antara, Rabu (19/1).

PLTU Sambelia, kata Josua, akan memperkuat sistem kelistrikan di Lombok. Proyek PLTU Fast Track Program tahap dua memiliki kapasitas 2 x 50 mega watt (MW).


Proyek ini merupakan bagian dari program 35.000 MW dan saat ini memasuki tahap persiapan untuk melakukan boiler hydrotest.

"Proyek pembangkit ini akan mendukung penguatan sistem kelistrikan Lombok dan juga pasokan listrik ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi pariwisata super prioritas," imbuh dia.

Menurut Josua, salah satu capaian penting dalam progres pengerjaan PLTU Sambelia pada tahun lalu adalah penyelesaian pembangunan instalasi tangka penampung air pada boiler. Selanjutnya, dalam waktu dekat akan dilakukan pengujian pada boiler hydrotastic unit satu.

Dengan kapasitas total 100 MW, ia melanjutkan PLTU Sambelia memiliki potensi target produksi listrik tahunan sebanyak 735.233 giga watt hour (GWH) dengan peak hour 153.172 GWH dan off peak hour 582.052 GWH.

"Dalam pembangunan proyek tersebut, kami telah memenuhi penyerapan tingkat komponen dalam negeri sebesar 24,85 persen hingga akhir tahun lalu," terang dia.

[Gambas:Video CNN]



(bir/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER