Erick Mau Garuda Tiru Philippine Airlines Lolos dari Pailit

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Selasa, 25 Jan 2022 17:16 WIB
Menteri Erick ingin Garuda Indonesia mengikuti jejak Philippine Airline yang berhasil merestrukturisasi utang senilai hampir US$2 miliar. Menteri Erick ingin Garuda Indonesia mengikuti jejak Philippine Airline yang berhasil merestrukturisasi utang senilai hampir US$2 miliar. Ilustrasi. (Dok. Garuda Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir ingin maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengikuti jejak Philippine Airline yang keluar dari jerat pailit usai sukses merestrukturisasi utang.

"Kalau kita lihat percontohan banyak negara lain sudah berhasil, seperti Philippine Airline sudah restrukturisasi hampir US$2 miliar. Nah, dengan hal-hal positif di negara lain, kita memastikan restrukturisasi Garuda berhasil," jelasnya usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (25/1).

Erick optimistis Garuda dapat berhasil merestrukturisasi utang perseroan karena diberi tambahan waktu 60 hari untuk menyelesaikan restrukturisasi oleh Pengadilan Negeri (PN).


Usai mendapat restu dari 4 lessor, perusahaan membidik persetujuan dari 3 lessor besar lainnya guna mengumpulkan mayoritas persetujuan lessor.

"Kalau bisa dapat 7 lessor besar itu sudah lebih dari 50 persen, nah 4 lessor ini yang besar jadi kalau dapat 3 lagi akan mayoritas," jelasnya.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan seluruh lessor telah mendaftarkan diri dalam program restrukturisasi perusahaan.

Ia melihat ini sebagai respons positif seluruh pihak ingin mencari solusi menyelesaikan tunggakan utang Garuda yang menggunung.

"Saya sangat bersyukur semua lessor mendaftarkan diri, artinya kalau mendaftarkan diri dan memasukkan tagihan kan sama saja artinya mari kita cari solusi," bebernya.

Seperti diketahui, maskapai nasional saat ini sedang menghadapi negosiasi restrukturisasi utang perseroan.

Pada Jumat (21/1) lalu, Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat memberikan perpanjangan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) selama 60 hari atau hingga 21 Maret mendatang. Perpanjangan ini dilakukan setelah debitur mengajukan permintaan perpanjangan dan mayoritas kreditur menyetujui melalui proses aklamasi.

Waktu tambahan ini memberikan kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menuntaskan verifikasi dan memastikan proses PKPU berjalan sesuai dengan prinsip kehati-hatian.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER