BI Terapkan Kebijakan Suku Bunga Acuan Rendah Sampai Inflasi Naik

CNN Indonesia
Rabu, 26 Jan 2022 12:05 WIB
BI akan mempertahankan suku bunga acuan rendah selama inflasi masih terjaga. Ketika ada risiko lonjakan inflasi, mereka baru menaikkan suku bunga acuan. BI akan mempertahankan suku bunga acuan rendah selama inflasi masih terjaga. Ketika ada risiko lonjakan inflasi, mereka baru menaikkan suku bunga acuan. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan rendah selama inflasi masih terjaga. Ketika ada risiko lonjakan inflasi, bank sentral otomatis bersiap mengerek bunga acuan.

"Kami akan mempertahankan suku bunga rendah sampai ada indikasi risiko inflasi," ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dalam Peluncuran Laporan Transparansi dan Akuntabilitas BI, Rabu (26/1).

Jika tak ada risiko inflasi naik di dalam negeri, bank sentral menegaskan suku bunga acuan akan tetap di level sekarang, yakni 3,5 persen.


"Kalau tidak ada indikasi, kami akan pertahankan suku bunga rendah," tegas Dody.

Sikap BI mempertahankan suku bunga acuan di level rendah dilakukan di tengah potensi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya memproyeksi suku bunga acuan The Fed naik empat kali pada 2022. Hal ini berdasarkan kajian BI terhadap kondisi ekonomi dan inflasi di AS.

[Gambas:Video CNN]

"Baseline skenario kami (bunga acuan The Fed) akan naik empat kali tahun ini," ungkap tutur Perry.

Ia mengatakan The Fed berpotensi mengerek suku bunga acuan mulai Maret 2022. Namun, Perry belum bisa memprediksi berapa kenaikan suku bunga AS.

"Kenaikan (suku bunga The Fed) pada Maret probabilitasnya tinggi, apakah 25 bps, apakah 50 bps. Ini harus kami baca lebih lanjut," pungkas Perry.

(tim/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER