Satgas Buka-bukaan soal Pemalsuan Data BLBI Oleh Pegawai Kemenkeu

CNN Indonesia
Kamis, 27 Jan 2022 14:36 WIB
Satgas BLBI menyebut pemalsuan data aset jaminan BLBI dilakukan pegawai Ditjen Kekayaan Negara Kemenkeu yang usianya masih muda. Tapi aset yang dipalsukan aman. Satgas BLBI menyebut pemalsuan data aset jaminan BLBI dilakukan pegawai Ditjen Kekayaan Negara Kemenkeu yang usianya masih muda. Tapi aset yang dipalsukan aman. (Arsip Kemenkeu via CNBC Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satuan Tugas BLBI sekaligus Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Rionald Silaban buka-bukaan soal dugaan penggelapan aset BLBI yang dilakukan pegawainya.

Ia mengatakan penggelapan mulai tercium ketika pihaknya menemukan ada surat palsu yang mengatasnamakan pejabat Kementerian keuangan. Atas temuan itu, pihaknya kemudian melapor ke Bareskrim.

Dari laporan itu, Bareskrim kemudian melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan mengungkap 1 orang pegawai Kemenkeu terlibat pemalsuan data BLBI.


"Sampailah (penyelidikan) ke Polres Bogor dan kemudian oleh Polres Bogor diteliti dan ternyata ada satu orang pegawai muda yang terlibat. Yang bersangkutan melakukan pemalsuan surat," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, Rabu (26/1) kemarin.

Ia mengatakan pegawai tersebut kini telah ditindak tegas. Ia juga menjamin aset-aset BLBI yang dikejar negara sampai dengan saat ini masih aman.

Sebagai informasi, informasi mengenai pemalsuan data BLBI yang dilakukan oleh pegawai Kemenkeu sebelumnya diungkap oleh Menko Polhukam Mahfud MD pekan lalu.

Ia mengungkapkan ada 11 orang termasuk pegawai di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang ditetapkan tersangka atas dugaan pemalsuan surat aset jaminan BLBI.

[Gambas:Video CNN]

Mahfud mengatakan oknum yang memalsukan dokumen aset tersebut beraksi sejak sebelum SatgasBLBI dibentuk. 

Saat Satgas BLBI yang ia pimpin memeriksa dokumen aset BLBI, pihaknya menemukan dokumen-dokumen yang sudah berubah. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata dokumen aset jaminan itu dipalsukan dan dialihtangankan.

"Beberapa surat jaminan aset BLBI dipalsukan, dialihtangankan dan sebagainya," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, perampasan aset BLBI dan penangkapan beberapa oknum DJKN terkait pemalsuan dokumen itu bukanlah aib melainkan prestasi.

(tdh/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER