Jakarta, CNN Indonesia -- Bisnis online semakin digandrungi masyarakat saat ini. Bagaimana tidak, masyarakat tak perlu pusing soal modal untuk terjun ke bisnis online.
Dengan modal nol rupiah sekalipun, masyarakat sudah bisa memulai usaha secara daring. Bukan cuma itu, masyarakat juga dapat menjangkau pasar yang luas dengan bisnis online.
Dengan hanya memasarkan produk di media sosial misalnya, masyarakat dapat menjual produk hingga luar kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, masyarakat juga harus pilih-pilih jenis produk yang akan dipasarkan secara online. Jangan sampai, pemasaran yang dilakukan setiap pagi, siang, sore, malam sia-sia begitu saja karena tak melakukan riset terlebih dahulu.
Lantas, bisnis online apa saja yang punya prospek cerah untuk jangka panjang?
1. Makanan dan Kosmetik
Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno mengatakan menyarankan masyarakat memilih produk yang berpotensi akan dibeli secara berulang. Dengan demikian, konsumen akan membeli secara berkala.
"Produk atau layanan ini dikonsumsi secara reguler. Konsumsi itu misalnya dimakan atau untuk kosmetik dioles begitu," ucap Mike kepada CNNIndonesia.com, Kamis (18/3).
Jika ada pembelian secara berkala, maka akan ada pemasukan rutin setiap bulan. Hal ini akan menguntungkan bagi penjual.
2. Layanan Konten
Bisnis online bukan hanya soal produk, tapi masyarakat juga bisa menawarkan jasa. Mike mengatakan masyarakat dapat membangun bisnis layanan pembuatan website atau cara pemasaran di dunia digital.
"Kalau kita membantu sosialisasi. Membantu komunikasi orang. Contoh layanannya ya, pembuatan konten, pembuatan website, laris itu. Pembuatan video konten, videografer, bahkan influencer itu laris banget," ucap Mike.
Bisnis jasa biasanya juga tak membutuhkan modal besar, bahkan bisa dengan biaya nol rupiah. Namun, bisnis ini membutuhkan keterampilan khusus.
Berbeda dengan menjual produk yang mungkin hampir bisa dilakukan oleh semua orang. Sementara, layanan pembuatan konten di website hanya dapat dilakukan oleh mereka yang punya kemampuan di sektor digital.
3. Skincare
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andi Nugroho mengatakan produk skincare mulai naik daun selama masa pandemi covid-19. Hal ini karena konsumen semakin peduli terhadap kondisi tubuh dan kecantikan.
"Mungkin trennya masyarakat sudah lebih peduli lagi untuk merawat tubuhnya. Produsennya juga makin banyak, makanya kemudian bisnis skincare atau perawatan tubuh ini menjadi semakin naik daun," ujar Andi.
Selain itu, produk skincare yang dijual secara daring semakin laris selama pandemi karena masyarakat malas pergi ke klinik.
"Mungkin masih ada orang yang takut-takut atau malas datang ke klinik jadi mereka lebih pilih beli secara online," katanya.
4. Elektronik
Lebih lanjut Andi mengatakan barang elektronik memiliki prospek besar dalam bisnis online, terutama ponsel.
"Karena sepanjang orang masih perlu handphone dan model baru terus keluar," ujar Andi.
Jika terjun ke bisnis elektronik, masyarakat bisa sekalian berjualan aksesoris untuk ponsel. Hal ini akan menjadi pelengkap bagi mereka yang membeli ponsel.
"Ada casing-nya, sekarang ada yang charger-nya dijual terpisah, headset, dan macem-macem. Itu juga nggak ada matinya untuk bisnis aksesoris handphone," kata Andi.
5. Voucher Game
Kemudian, Andi mengatakan voucher game bisa menjadi opsi untuk mengeruk cuan di sektor digital. Menurut dia, pasar dari voucher game cukup luas, mulai dari anak kecil hingga dewasa.
"Pasarnya juga luas banget, mulai dari anak kecil sampai orang dewasa, laki atau perempuan. Mereka kalau memang suka game, mereka butuh voucher ini," jelas Andi.
Ia mengatakan voucher game kerap menjadi kebutuhan pokok bagi pecinta game online. Mereka akan selalu membeli ketika hendak bermain.
"Karena orang suka main game online, voucher game itu sudah menjadi kebutuhan sekarang," imbuh Andi.
Baju dan Aksesoris
Pakar ungkap 7 bisnis online yang paling menggiurkan dan simpel saat ini. Berikut rinciannya. Ilustrasi. (iStockphoto/LightFieldStudios).
Opsi lain, masyarakat dapat berjualan baju dan aksesoris secara online. Bisnis baju dan aksesoris memiliki prospek bagus karena konsumen kerap mengikuti tren yang selalu berubah setiap saat.
"Jadi kebutuhan pakaian, pakaian dan aksesoris lah ya. Pakaian termasuk juga pakaian santai dan pakaian olahraga," ujar Andi.
Contohnya, tren untuk membeli baju atau aksesoris olahraga agar terlihat sehat dan bugar. Tren tersebut mulai muncul di masa pandemi covid-19.
"Dengan pandemi ini, orang jadi cenderung lebih ingin bergaya hidup sehat dan ingin terlihat lebih trendy dengan berolahraga. Jadi untuk kebutuhan pakaian olahraga juga dipenuhi," papar Andi.
7. Hobi
Selain itu, masyarakat juga dapat menjadikan hobi tertentu menjadi ladang bisnis. Misalnya, berjualan tanaman hias.
Saat ini, banyak orang yang mulai suka memelihara tanaman hias. Pasalnya, semakin banyak orang yang bercocok tanam sejak pandemi covid-19.
"Tanaman hias itu mulai dari hobi menanam sendiri. Ada pembelian potnya, kemudian aksesorisnya buat yang merambatkan tanaman itu menjadi banyak banget. Orang jadi suka berkebun apalagi selama masa pandemi ini," tutur Andi.
Selain itu, berjualan mobil mainan hingga produk action figure superhero. Sebab, ada beberapa orang yang hobi mengumpulkan mobil mainan dan action figure superhero tersebut.
Begitu juga dengan sepeda yang menjadi tren sejak pandemi. Ini bisa menjadi ladang bisnis dengan berjualan aksesoris untuk pesepeda.
"Aksesoris mulai dari sepeda, pakaian sepedaannya. Itu permintaannya jadi tinggi banget di masa pandemi dan itu menjanjikan," terang Andi.
Senada, Mike menilai seseorang bisa memulai bisnis berdasarkan hobi sendiri. Sebagai contoh, A suka dengan hal-hal berbau K-Pop.
Kemudian, A berjualan semua aksesoris yang berkaitan dengan K-Pop. A bisa memasarkan produknya ke sesama penggemar K-Pop.
"Kalau merchandise K-Pop berarti itu digunakannya sering, karena dapat digunakan sebagai pajangan interior. Pasti repeat order kalau dia hobi," tutup Mike.
[Gambas:Video CNN]