Macam-Macam Kebutuhan Manusia dalam Ilmu Ekonomi

CNN Indonesia
Jumat, 25 Mar 2022 14:00 WIB
Macam-Macam Kebutuhan Manusia dalam Ilmu Ekonomi
Ilustrasi. Kebutuhan manusia menurut sifat (iStockphoto/Zeferli)

3. Kebutuhan menurut sifat

Kebutuhan menurut sifat didasarkan sebagai alat untuk memenuhi kepuasan. Kebutuhan ini dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Kebutuhan jasmani

Kebutuhan jasmani berkaitan dengan fisik manusia. Contohnya olahraga agar tubuh segar dan tidak mudah sakit.

  • Kebutuhan rohani

Kebutuhan ini tidak tampak secara nyata karena dirasakan secara batiniah sehingga memunculkan rasa bahagia, gembira, lega, dan sebagainya. Contohnya ibadah, siraman rohani, atau kasih sayang dari orang tua maupun pasangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

4. Kebutuhan menurut subjek

Ilustrasi Anak SekolahIlustrasi. Macam-macam kebutuhan manusia menurut subjek (iStock/Sasiistock)

Kebutuhan menurut subjek dibagi menjadi dua, yakni:

  • Kebutuhan individu

Kebutuhan ini bersifat pribadi sehingga item yang diperlukan pun berbeda. Misalnya, pelajar membutuhkan seragam, alat tulis, dan buku. Sementara itu, atlet maraton akan membutuhkan sepatu lari dan pakaian untuk latihan.

  • Kebutuhan sosial

Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang memiliki manfaat bagi banyak orang sehingga kelompok tersebut merasa lebih sejahtera, tertib, dan aman. Contohnya adalah rumah ibadah dan rumah sakit.

Itulah macam-macam kebutuhan manusia dari berbagai sisi, mulai dari intensitas, waktu, pemenuhan, dan subjek.

Kebutuhan tersebut muncul dan dipengaruhi oleh berbagai hal mulai dari tingkat pendidikan, jumlah pendapatan, perkembangan zaman, kondisi alam, lingkungan, agama, serta adat istiadat.

(nfl)
CNN Indonesia --

Kebutuhan manusia sangat beragam. Mulai dari yang besar hingga hal-hal kecil seperti alat tulis.

Pemenuhan kebutuhan akan berkaitan dengan pendapatan. Dibutuhkan banyak pertimbangan agar finansial atau ekonomi terjaga. Itulah alasan ilmu ekonomi perlu dipelajari.

Adapun ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku atau usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas. Di sisi lain, hal ini terbentur dengan sumber daya ekonomi yang terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Macam-Macam Kebutuhan Manusia dalam Ilmu Ekonomi

Ilustrasi Belanja BajuMengenal macam-macam kebutuhan manusia. (markusspiske/Pixabay)

Ada macam-macam kebutuhan manusia yang mesti dipenuhi. Hal itu dapat dibagi dalam 4 kategori, yakni intensitas, waktu pemenuhan, sifat, dan subjek.

1. Kebutuhan ekonomi menurut intensitas

Dikutip dari Modul Pembelajaran SMA Ekonomi kelas X yang disusun oleh Cucu Risa Asmarani, kebutuhan berdasarkan intensitas dibagi menjadi 3, yakni:

  • Kebutuhan primer

Kebutuhan primer adalah kebutuhan paling penting atau utama agar manusia dapat melangsungkan kehidupan.

Menurut International Labour Organization (ILO), kebutuhan primer terkait dengan kebutuhan pokok seperti pangan dan gizi, misalnya makanan dan minuman. Contoh lainnya seperti rumah atau tempat tinggal dan pakaian.

  • Kebutuhan sekunder

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang  boleh didapatkan usai kebutuhan primer terpenuhi. Sifatnya untuk melengkapi dan meningkatkan kenyamanan. Contohnya kipas angin, kulkas, dan sebagainya.

  • Kebutuhan tersier

Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang biasanya berkaitan dengan peningkatan status sosial. Karena itu, umumnya kebutuhan ini terpenuhi oleh orang-orang berpenghasilan tinggi. Contohnya yakni perhiasan, mobil, vila, dan sebagainya.

2. Kebutuhan berdasarkan waktu

Kid put coin to piggy bankIlustrasi. Macam-macam kebutuhan manusia berdassarkan waktu pemenuhannya. Istockphoto/agrobacter)

Kebutuhan berdasarkan waktu berkaitan dengan waktu pemenuhannya, bisa sangat mendesak atau tidak.

  • Kebutuhan sekarang

Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak dapat ditunda lagi. Misalnya, ketika haus atau lapar, maka Anda harus minum atau makan untuk mengatasinya.

  • Kebutuhan akan datang

Kebutuhan ini tidak bersifat segera, melainkan membantu seseorang untuk menjaga atau memberi ancang-ancang demi kelangsungan hidupnya kelak. Contoh kebutuhan yang akan datang adalah tabungan.

  • Kebutuhan tidak terduga

Kebutuhan ini harus segera dipenuhi ketika ada sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba atau di luar rencana. Contohnya, ketika ada keluarga yang sakit, dia harus segera diperiksa dan diberikan penanganan khusus, misalnya dirawat dan diberi obat.

  • Kebutuhan sepanjang waktu

Pemenuhan kebutuhan ini tidak terbatas. Artinya bisa terus dipenuhi hingga batas tertentu. Contohnya belajar ilmu baru.

Macam-macam kebutuhan manusia, lanjut halaman dua...

Macam-macam Kebutuhan Manusia dalam Ilmu Ekonomi

Ilustrasi. Kebutuhan manusia menurut sifat (iStockphoto/Zeferli)

3. Kebutuhan menurut sifat

Kebutuhan menurut sifat didasarkan sebagai alat untuk memenuhi kepuasan. Kebutuhan ini dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Kebutuhan jasmani

Kebutuhan jasmani berkaitan dengan fisik manusia. Contohnya olahraga agar tubuh segar dan tidak mudah sakit.

  • Kebutuhan rohani

Kebutuhan ini tidak tampak secara nyata karena dirasakan secara batiniah sehingga memunculkan rasa bahagia, gembira, lega, dan sebagainya. Contohnya ibadah, siraman rohani, atau kasih sayang dari orang tua maupun pasangan.

4. Kebutuhan menurut subjek

Ilustrasi Anak SekolahIlustrasi. Macam-macam kebutuhan manusia menurut subjek (iStock/Sasiistock)

Kebutuhan menurut subjek dibagi menjadi dua, yakni:

  • Kebutuhan individu

Kebutuhan ini bersifat pribadi sehingga item yang diperlukan pun berbeda. Misalnya, pelajar membutuhkan seragam, alat tulis, dan buku. Sementara itu, atlet maraton akan membutuhkan sepatu lari dan pakaian untuk latihan.

  • Kebutuhan sosial

Kebutuhan sosial adalah kebutuhan yang memiliki manfaat bagi banyak orang sehingga kelompok tersebut merasa lebih sejahtera, tertib, dan aman. Contohnya adalah rumah ibadah dan rumah sakit.

Itulah macam-macam kebutuhan manusia dari berbagai sisi, mulai dari intensitas, waktu, pemenuhan, dan subjek.

Kebutuhan tersebut muncul dan dipengaruhi oleh berbagai hal mulai dari tingkat pendidikan, jumlah pendapatan, perkembangan zaman, kondisi alam, lingkungan, agama, serta adat istiadat.


HALAMAN:
1 2