AS Tuding Putin Biang Kerok Krisis Pangan Global

afp | CNN Indonesia
Rabu, 30 Mar 2022 11:20 WIB
Amerika Serikat (AS) menuding Presiden Vladimir Putin menyebabkan krisis pangan global karena melakukan agresi militer ke Ukraina di forum Dewan Keamanan PBB. Amerika Serikat (AS) menuding Presiden Vladimir Putin menyebabkan krisis pangan global karena melakukan agresi militer ke Ukraina di forum Dewan Keamanan PBB. (AP/Alexei Druzhinin).
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) menuding Presiden Rusia Vladimir Putin mengakibatkan krisis pangan global di forum Dewan Keamanan PBB, Selasa (29/3), waktu setempat. Sebab, serangan Rusia ke Ukraina telah mengganggu lumbung pangan dunia.

"(Rusia) memulai perang ini. Vladimir Putin menciptakan krisis pangan global ini dan dialah yang dapat menghentikannya," kata Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman dalam pertemuan Dewan Keamanan yang membahas situasi kemanusiaan di Ukraina seperti dikutip AFP.

Sherman dan direktur Program Pangan Dunia (WFP) David Beasley melaporkan Ukraina dan Rusia merupakan produsen sereal utama, mewakili 30 persen ekspor gandum dunia, 20 persen untuk jagung, dan 75 persen untuk minyak bunga matahari.


"Tanggung jawab mengobarkan perang di Ukraina, dan untuk efek perang terhadap keamanan pangan global, hanya ada di Rusia dan Presiden Putin," kata Sherman.

Tak hanya Sherman, Duta Besar Prancis untuk PBB Nicolas de Riviere menilai agresi Rusia terhadap Ukraina meningkatkan risiko kelaparan di seluruh dunia. Populasi di negara berkembang akan menjadi yang pertama terkena dampaknya.

"Rusia tidak diragukan lagi akan mencoba membuat kami percaya bahwa sanksi yang diterapkan terhadapnya lah yang menciptakan ketidakseimbangan dalam situasi keamanan pangan dunia," ujar de Riviere.

"Tanggung jawab untuk mengobarkan perang di Ukraina - dan untuk efek perang terhadap keamanan pangan global - hanya ada di Rusia dan Presiden Putin," katanya.

Pada Jumat lalu, Uni Eropa mengumumkan sebuah inisiatif untuk mengurangi kekurangan pangan yang disebabkan oleh perang. Untuk itu, Uni Eropa dan Amerika Serikat menginginkan komitmen multilateral terhadap pembatasan ekspor bahan mentah pertanian.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Joyce Msuya mengatakan konflik di Ukraina "dapat memperburuk keadaan krisis kemanusiaan terbesar di dunia, seperti Afghanistan, Yaman, dan di Tanduk Afrika" di mana kerawanan pangan sudah menjadi masalah.

[Gambas:Video CNN]



(sfr/bir)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER