Cerita Pengusaha Sapi Depok Raup Untung di Tengah Wabah PMK

CNN Indonesia
Sabtu, 14 Mei 2022 07:30 WIB
Pengusaha sapi di Depok justru meraup keuntungan di tengah merebaknya penyakit kuku dan mulut. Berikut alasannya. (Pengusaha sapi di Depok justru meraup keuntungan di tengah merebaknya penyakit kuku dan mulut. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Zabidi, pengusaha sapi ternak di Depok, Jawa Barat mengaku cuan alias mendapat untung dengan penyakit kuku dan mulut (PMK) yang mewabah di Indonesia pada beberapa waktu terakhir.

Pasalnya, wabah tersebut membuat pasokan sapi dari daerah tidak bisa masuk ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Padahal pada saat bersamaan, permintaan sapi meningkat untuk konsumsi harian masyarakat dan jelang Idul Adha yang jatuh pada 9 Juli mendatang.

Tapi, stok di Jabodetabek, termasuk yang dimilikinya terbatas. Alhasil, harga jual sapi pun meningkat sejak wabah merebak.


"Sekarang harganya naik dari sebelumnya berkisar Rp18 juta menjadi Rp20 juta per ekor," ungkap Zabidi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/5).

Sementara penjualan meningkat dari biasanya sekitar 5-10 ekor sapi per pemesanan menjadi 10-20 ekor sapi per pemesanan. Dari sini, Zabidi memperkirakan keuntungan bakal naik sekitar 10 persen dari periode jelang Idul Adha pada tahun lalu.

"Seumur-umur baru sekarang naik tinggi begini," imbuhnya.

Di sisi lain, menurutnya, permintaan meningkat karena kebutuhan sapi kali ini banyak untuk kurban. Tapi, pemenuhannya tidak bisa menggunakan sapi impor, melainkan dengan sapi lokal, termasuk yang ia jual.

[Gambas:Video CNN]

Hanya saja, sambungnya, wabah PMK saat ini membuat pembeli kerap meminta kejelasan surat kesehatan sapi. Kendati begitu, ia merasa tidak repot karena biasanya memang sapi yang ia jual mengantongi surat kesehatan dari dinas terkait.

"Sebenarnya selalu ada suratnya, tapi karena sekarang pada cemas, jadi mereka minta kepastian saja," jelasnya.

Berbeda dengan Zabidi, Ketua Umum Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPD) Asnawi justru mengatakan harga daging sapi belum meningkat pada saat ini.

"Harga belum berpengaruh, masih sama, karena pasokan masih cukup," ujar Asnawi.

Tapi, Asnawi memperkirakan harga bakal segera naik. Apalagi jika pasokan sapi terus menyusut di sejumlah daerah hingga jelang Iduladha.

"Tapi ini kan mau hari raya kurban, artinya permintaan akan meningkat. Dengan adanya Jawa Timur, salah satu lumbung ternak terbesar di Indonesia, kena wabah PMK, ini tampaknya akan ada kekurangan stok. Sesuai supply and demand, berarti akan ada kenaikan yang cukup lumayan," jelasnya.

Proyeksinya, harga daging sapi akan naik berkisar 20-30 persen ke depan. Sementara saat ini, harga daging sapi masih berkisar Rp130 ribu per kilogram. Artinya, harga daging sapi bisa tembus ke kisaran Rp150 ribu sampai Rp160 ribu per kg ke depan.

Sebelumnya, PMK mewabah di sejumlah daerah di Indonesia. Akibatnya, pengiriman sapi dari daerah tidak bisa dilakukan.

Salah satunya terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana sebanyak 736 ekor sapi dari NTT yang akan dibawa ke DKI Jakarta jadi tertahan di Surabaya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran PMK.

(agt/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER