Harga Gandum Anjlok Usai India Rilis Larangan Ekspor

CNN Indonesia
Minggu, 15 Mei 2022 14:07 WIB
Harga gandum terpantau turun 0,11 persen menjadi US$1,177 per gantang setelah Pemerintah India menerbitkan larangan ekspor. Harga gandum terpantau turun 0,11 persen menjadi US$1,177 per gantang setelah Pemerintah India menerbitkan larangan ekspor. (AFP/Joseph Eid).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga gandum terpantau turun pada hari ini, Minggu (15/5), setelah Pemerintah India resmi menerbitkan larangan ekspor gandum.

Harga gandum terpantau turun sebanyak 0,11 persen menjadi US$1,177 per gantang.

Diketahui, larangan ekspor gandum oleh Pemerintah India diumumkan beberapa hari setelah menyampaikan rencana mengirim rekor terbanyaknya, yakni 10 juta ton gandum tahun ini.


Keputusan larangan ekspor gandum didorong oleh gelombang panas yang merusak hasil panen, sehingga harga-harga kebutuhan dalam negeri naik hingga tembus rekor tertinggi.

Pemerintah India mengatakan pemesanan ekspor yang sudah mendapatkan izin (letters of credit) masih diperbolehkan. Sama halnya dengan pengiriman untuk memenuhi permintaan negara yang dalam kondisi krisis pangan.

Larangan ekspor bisa mengerek harga gandum ke level tertinggi dan menjadi pukulan bagi konsumen berdaya beli rendah, seperti di Asia dan Afrika.

Sebuah firma perdagangan skala besar yang berbasis di Mumbai menyatakan larangan ekspor ini mengejutkan.

"Kami memperkirakan ekspor dibatasi dalam dua hingga tiga bulan ke depan, tapi tampaknya angka inflasi mengubah pemikiran pemerintah," demikian pernyataan firma perdagangan skala besar yang berbasis di Mumbai tersebut.

Melesatnya harga makanan dan energi pada April membuat inflasi tahunan meningkat hingga mencapai angka tertinggi tahun ini, yaitu delapan persen.

Harga gandum di India juga telah mencapai rekor tertinggi. Di beberapa pasar bahkan mencapai US$322,71 dolar (25 ribu rupee) per ton, sedangkan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah 20.150 rupee.

[Gambas:Video CNN]



(pop/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER