Pupuk Kaltim Sulap Karbon jadi Soda Ash, Incar Pasar 1,1 Juta Ton RI

Tim | CNN Indonesia
Minggu, 22 Mei 2022 11:49 WIB
PT Pupuk Kalimantan Timur berencana menyulap karbon dioksida (CO2) menjadi soda ash sebagai bahan baku komoditas tertentu. PT Pupuk Kalimantan Timur berencana menyulap karbon dioksida (CO2) menjadi soda ash sebagai bahan baku komoditas tertentu. (Foto: Tangkapan layar web pupukkaltim.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pupuk Kalimantan Timur berencana menyulap karbon dioksida (CO2) menjadi soda ash sebagai bahan baku komoditas tertentu. Targetnya, produksi soda ash ke depan bisa mengisi kebutuhan pasar Indonesia dengan potensi sebesar 1,1 juta ton pada 2025.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menjelaskan perusahaan ingin memproduksi soda ash karena kebutuhan salah satu jenis garam natrium yang terbentuk dari asam karbonat ini kerap ditutup oleh impor.

"Indonesia masih mengimpor soda ash sebesar 900 ribu ton per tahun," ungkap Rahmad di acara halal bihalal dengan media, Jumat (20/5).


Padahal, kebutuhan soda ash di Indonesia cukup besar. Sebab, sejumlah industri seperti kaca, aki, deterjen, dan lainnya membutuhkan soda ash sebagai bahan baku.

Berdasarkan data, tercatat proyeksi kebutuhan industri sebesar 1 juta ton pada 2022. Kebutuhan paling banyak ada di industri kaca dan keramik sebanyak 568 ribu ton, sabun dan deterjen 221 ribu ton, kimia 71 ribu ton, dan lainnya.

"Potensi pasar soda ash di Indonesia pada 2025, total potensi 1,1 juta ton," kata Rahmad.

Potensi kebutuhan pasar soda ash terbesar berada di Jawa Barat dan Jawa Timur selaku sentra banyak industri. Nantinya, perusahaan akan bekerja sama dengan distributor maupun pembeli langsung di daerah tersebut.

Selain mengincar pasar soda ash di Tanah Air, Pupuk Kaltim juga mau mengembangkan bisnis soda ash karena punya bahan baku komoditas tersebut. Seperti diketahui, bahan baku soda ash adalah ammonia yang merupakan limbah pupuk, CO2 yang juga merupakan limbah pupuk, dan natrium klorida.

"Total CO2 yang tidak termanfaatkan (oleh Pupuk Kaltim) sebesar 4,2 juta ton per tahun," jelasnya.

Di sisi lain, proyek soda ash bisa menjadi salah satu solusi dari tingginya emisi karbon di Indonesia. Apalagi, pemerintah menargetkan zero emisi pada 2060.

Untuk itu, Pupuk Kaltim berencana membangun pabrik dengan kapasitas 300 ribu MTPY di dalam negeri pada 2022-2025. Proyeksinya, pabrik akan membutuhkan ammonia sebanyak 102 ribu MTPY dan CO2 174 ribu MTPY.

Namun, keduanya bisa bersumber dari sisa produksi Pupuk Kaltim. Sementara kebutuhan natrium klorida mencapai 345 ribu MTPY yang didapat dari kerja sama dengan pihak lain.

"Ini meningkatkan value added produk ammonia PKT," terangnya.

Di sisi lain, Rahmad mengungkapkan pengembangan soda ash dengan memanfaatkan CO2 bisa membuat perusahaan mendapatkan blue ammonia sebanyak 100 ribu ton. Potensi ini ekuivalen US$15 juta atau setara Rp219,75 miliar (kurs Rp14.650 per dolar AS).

(asa/asa)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER