Alasan Sandiaga Batal Belikan Tas Gucci untuk Nur Asia Uno

Kemenparekraf | CNN Indonesia
Kamis, 02 Jun 2022 14:12 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, menyampaikan alasan batal membelikan istrinya Nur Asia Uno tas Gucci di Metaverse. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, menyampaikan alasan batal membelikan istrinya Nur Asia Uno tas Gucci di Metaverse. (Foto: Kemenparekraf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, menyampaikan alasan batal membelikan istrinya Nur Asia Uno tas Gucci di Metaverse. Alasannya karena istrinya memilih tas yang riil atau nyata, bukan tas digital.

Sandiaga Uno mendukung keinginan istrinya karena tas yang dibeli adalah produk dalam negeri. Pembelian produk lokal ini tentunya bisa membantu ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Artinya bahwa kita masih perlu waktu untuk bisa menerima ini (tas Gucci di Metaverse, red), meskipun pada akhirnya memang saya membelikan tas untuk istri tapi dari produk lokal berbahan kain tenun untuk mendukung program Bangga Buatan Indonesia," kata Sandiaga saat menjadi pembicara dalam ATx Summit 2022 bertema Unpacking The Metaverse, dikutip Kamis (2/6).

Sandiaga memaparkan lebih memilih tas riil bukan tas digital bukan karena tak yakin dengan Metaverse namun lebih kepada faktor kehati-hatian.

Untuk itu, dia mengingatkan semua pihak agar lebih berhati-hati karena ada aspek euforia seperti halnya saat fenomena kripto. Sebab, ada dampak yang ditimbulkan dari euforia tersebut.

"Kalau kita semuanya euforia seperti kripto kemarin ini yang sempat terjadi PHK ini bisa terjadi juga di Metaverse, kita harus saling mengingatkan, berhati-hati tapi tetap optimis itu yang harus menjadi poin yang harus kita garis bawahi," katanya.

Dalam kesempatan ini Sandiaga juga mengingatkan kepada masyarakat berhati-hati dengan semua euforia termasuk dalam investasi kripto dan sejenisnya.

"Saya tidak memiliki kripto dalam portofolio saya tapi saya dianggap 'oldschool', jadul, dan ternyata dengan keadaan kripto seperti ini banyak yang mengapresiasi nasehat saya bahwa kita harus berhati-hati kalau mau berinvestasi di kripto, ya jangan terlalu besar mungkin di atas 1-2 persen dari seluruh total portofolio yang dimiliki," kata Sandiaga.

(rea/rea)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER