Jokowi Jengkel, Sindir BUMN yang Impor Pipa

Antara | CNN Indonesia
Selasa, 14 Jun 2022 15:41 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkit kejengkelannya terkait proyek impor pipa oleh BUMN. Insiden itu terjadi lima tahun lalu. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkit kejengkelannya terkait proyek impor pipa oleh BUMN. Insiden itu terjadi lima tahun lalu. (ANTARA FOTO/BPMI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkit kejengkelannya terkait proyek impor pipa oleh BUMN. Insiden itu terjadi lima tahun lalu.

Pasalnya, ia menemukan pabrik lokal yang bisa memproduksi barang dengan spesifikasi yang sama.

Hal itu diceritakan Jokowi saat memberi sambutan pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/6).


Dalam ceritanya tersebut, ia menitipkan pesan agar pengawasan diperketat, khususnya dalam afirmasi pembelian produk lokal dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

"5 tahun lalu, saya jengkel betul, sudah perintah kepada BUMN untuk beli pipa. 'Gak ada spek dalam negeri, Pak. Nomornya ini Pak, ukurannya ini terpaksa kita harus impor'," kenang Jokowi tanpa menyebut BUMN yang dimaksudkan.

Terbersit pertanyaan dalam benak Jokowi, apakah memang sesulit itu proses pembuatan pipa. Sehingga, pabrik-pabrik di dalam negeri tidak bisa memenuhi kebutuhan BUMN.

Faktanya, Jokowi mendapati pabrik pipa di Indonesia sudah mumpuni memenuhi kebutuhan yang dimaksud. Bahkan, pabrik itu mengekspor produk untuk negara-negara lain, seperti AS, Jepang, dan beberapa negara lainnya di Eropa.

"Loh loh loh, yang orang sana beli produk pipa kita, kita malah beli impor. Ini kan sekali lagi kita ini orang-orang pintar, tapi melakukan hal yang sangat bodoh sekali. Maaf," jelasnya.

Jokowi berpesan agar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) beserta segenap Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) agar mengawasi afirmasi belanja produk lokal dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

"Saya minta ini betul-betul berhasil. Sehingga, bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi, growth kita menjadi bertambah. Lapangan pekerjaan menjadi semakin banyak karena kita beli produk-produk produksi dalam negeri," katanya.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh dalam laporannya menyampaikan bahwa terdapat pertambahan signifikan atas kehadiran produk lokal dalam e-katalog pemerintah sejak pencanangan Inpres Nomor 2 Tahun 2022.

Sebelumnya, hingga kuartal I 2022 e-katalog masih didominasi produk impor, baik secara produk tayang maupun realisasi transaksi, tetapi Ateh menyampaikan per 13 Juni 2022 untuk pertama kalinya produk dalam negeri menyaingi produk impor dalam hal produk tayang di e-katalog dan jumlah transaksi.

"Hasil validasi kami menunjukkan komitmen penyerapan produk lokal senilai Rp722,88 triliun, sedangkan realisasi belanja produk dalam negeri telah mencapai Rp180,72 triliun atau 45,18 persen dari target Rp400 triliun," imbuhnya.

Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah 2022 dihadiri 2.247 peserta yang terdiri dari pimpinan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, pimpinan APIP, dan pemeriksa eksternal.

Turut hadir dalam pembukaan Rakornas Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2022 di Istana Negara adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Hadir pula Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Abdullah Azwar Anas.

[Gambas:Video CNN]



(bir/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER