Bank Mandiri Investasi Rp2 M Bangun Penyaringan Air Laut di NTT

CNN Indonesia
Kamis, 16 Jun 2022 23:30 WIB
Bank Mandiri berinvestasi sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan sentra desalinasi air laut untuk menjadi air tawar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bank Mandiri berinvestasi sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan sentra desalinasi air laut untuk menjadi air tawar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ilustrasi penyaringan air. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Labuan Bajo, CNN Indonesia --

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri berinvestasi sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan sentra desalinasi air laut untuk menjadi air tawar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Desalinasi atau pengawagaraman merupakan proses yang menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang dapat dikonsumsi.

Kepala Cabang Bank Mandiri Labuan Bajo I Made Runarta mengatakan dana tersebut digunakan untuk membangun empat sentra desalinasi.


"Kalau saya dapat info investasi di empat tempat kurang lebih Rp2 miliar," ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/6).

Adapun empat sentra desalinasi air laut itu, yakni di tempat pelelangan ikan (TPI) Labuan Bajo, Macang Tanggar, Warloka, dan Warloka Pesisir. Kusus untuk di TPI Labuan Bajo ia menargetkan setra penyaringan air laut itu bisa rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Sementara di tiga tempat lainnya saat ini progresnya sudah 60 persen. Selain itu, di tiga tempat tersebut tidak semua desalinasi dari air laut, tapi ada yang dari air sumur.

"Harapan kami ini dapat memudahkan masyarakat khususnya di dekat daerah sini untuk mengakses air bersih," imbuh Runarta.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, ia menuturkan untuk pengadaan alat desalinasi pihaknya bekerja sama dengan PT. Indra Karya (Persero). Nantinya, sentra desalinasi air itu bisa mengolah 14 ton air laut per hari.

Masyarakat bisa mengambil hasil desalinasi berupa air tawar yang bisa digunakan untuk mencuci, mandi, dan konsumsi sebanyak 10 liter. Masyarakat bisa membayar menggunakan e-money alias uang elektronik.

Meski demikian Runarta belum bisa menyebut berapa biaya yang harus dibayar tersebut. "Kalau harga pasti blm kami tentukan tapi untuk sekali taping (pembayaran) itu 10 liter," kata dia.

Namun, ia menekankan nantinya biaya yang harus dibayarkan itu tidak akan mahal. Sebab, ia ingin fasilitas itu dapat dinikmati semua kalangan.

"Jangan sampai fasilitas yang kami berikan malah lebih mahal," tandasnya.

(mrh/agt)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER