Jeritan Emak-emak Hadapi Lonjakan Harga Pangan

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jun 2022 08:36 WIB
Kenaikan harga pangan hingga dua kali lipat memberatkan para pembeli sehingga mereka mengurangi belanja. Kenaikan harga pangan hingga dua kali lipat memberatkan para pembeli sehingga mereka mengurangi belanja. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah ibu-ibu mengaku keberatan karena harga-harga bahan pokok melonjak, seperti brokoli, kol dan sawi hingga berbagai jenis cabai.

Anis, seorang ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di Pasar Bintaro Sektor II, mengeluhkan harga-harga pokok yang menurutnya sudah meroket tinggi.

"Berat banget sih, karena naiknya pada tinggi-tinggi banget," ujar Anis kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/6).


Ia biasa pergi ke pasar setiap hari untuk belanja bahan-bahan masakan seperti bumbu dan sayuran. Namun, karena harga-harga sedang melangit, ia terpaksa mengirit pembeliannya agar uangnya masih mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga lain.

"Jadinya mengirit banget gara-gara harga pada tinggi semua. Yang pasti itu," katanya.

Dulunya, ia membeli cabai 1 kg. Karena harga naik tajam, kini ia mengurangi pembeliannya. Ia juga mengurangi pembelian bawang merah dan kol karena harga masih cukup tinggi.

Kenaikan barang yang ia rasa paling membebani adalah kenaikan harga minyak goreng yang menurutnya sampai sekarang belum kunjung turun ke harga yang masuk akal.

"Buat aku minyak (goreng), kalau cabai dan lain-lain masih bisa kita kurangi pemakaiannya. Tapi kalau minyak goreng itu terasa banget," sebutnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Ita, seorang pembeli di Pasar Bintaro Jaya. Ia mengungkapkan sudah mulai membatasi barang di daftar belanja karena harga sedang naik.

"Ya mau gimana lagi, cuma dibatasi aja belinya. Pada naik semua harganya, rasanya menyebalkan," kata Ita.

Menurut Ita, harga cabai sedang melonjak sekali. Sehingga, ia terpaksa mengurangi pembuatan resep-resep rumah yang memerlukan cabai supaya ia tidak usah pergi pasar untuk membeli lagi.

"Ya misalkan belanja cabai, biasanya sekilo paling kalau kita butuh aja belinya," imbuhnya.

Ia berharap harga-harga bahan pokok dapat segera turun. Sebab, ia sendiri merasa penghasilan pembeli maupun penjual sama-sama berkurang di kala pandemi yang melanda. Anggaran belanja mingguannya pun tetap sama, tidak bertambah meskipun harga-harga sedang tinggi.

"Ya segera turunlah, biar pembeli maupun pedagang juga banyak yang beli. Soalnya kan gara-gara covid-19 penghasilan juga banyak berkurang kan," sebutnya.

Sebelumnya, harga berbagai jenis bahan pangan melonjak di sejumlah pasar di kawasan Bintaro hingga hampir dua kali lipat. Di Pasar Bintaro Jaya, Tangerang Selatan misalnya, harga cabai merah naik dari Rp50 ribu kilogram (kg) menjadi Rp100 ribu per kg dibandingkan pekan lalu.

Bukan hanya cabai merah, cabai keriting pun naik dari Rp60 ribu menjadi Rp90 ribu. Kemudian cabai hijau yang sempat berada di Rp16 ribu, kini harganya melonjak menjadi Rp30 ribu.

"Pada naik semua, dua kali lipatnya," kata Siti, seorang pedagang bumbu di pasar tersebut.

Selain itu, komoditas pangan lainnya juga melonjak harganya. Seperti tomat, kol, brokoli, hingga bawang merah.

[Gambas:Video CNN]



(tdh/dzu)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER