Ekonomi RI Baik, Ekonom Prediksi BI Tak Akan Naikkan Bunga Acuan

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jun 2022 07:11 WIB
Ekonom memprediksi BI masih menahan suku bunga acuan bulan ini karena ekonomi Indonesia masih mereka lihat kuat. Ekonom memprediksi BI masih menahan suku bunga acuan bulan ini karena ekonomi Indonesia masih mereka lihat kuat. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ekonom dalam negeri memprediksi Bank Indonesia (BI) belum menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebutkan suku bunga acuan BI akan tetap berada di level 3,5 persen pada bulan Juni ini. Hal ini mempertimbangkan tingkat inflasi yang masih sejalan dengan proyeksi.

"Tingkat inflasi terutama inflasi fundamental yang masih terkendali," ujarnya kepada CNNIndonesia Rabu (22/6) kemarin.


Josua menilai meski terjadi pelemahan nilai tukar rupiah sepanjang bulan ini namun masih tetap dalam batas aman. Sebab, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat sehingga tak menjadi faktor yang perlu dikhawatirkan.

Fundamental ekonomi yang solid ini tercermin dari neraca transaksi berjalan yang tercatat surplus, kinerja ekspor yang ditopang oleh kenaikan harga komoditas global serta cadangan devisa yang berada dalam level yang sehat.

"Dengan perkataan lain, pelemahan rupiah saat ini sangat didominasi oleh faktor sentimen pasca kenaikan suku bunga acuan AS," kata Josua.

Ia memprediksi BI baru akan menaikkan suku bunga acuan pada semester II-2022 untuk meredam potensi peningkatan inflasi fundamental serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ekonom Maybank Myrdal Gunarto yang menilai BI masih dalam posisi menahan suku bunga.

[Gambas:Video CNN]

"Faktor utamanya untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi domestik. Itu dilakukan agar sejalan dengan upaya pemerintah yang menambah kapasitas belanja fiskal," jelas Myrdal.

Prediksi yang sama juga disampaikan oleh Ekonom Bank Danamon Irman Faiz. Ia menilai faktor utamanya BI masih menahan suku bunga karena tekanan inflasi yang masih dalam batas target baik dari sisi fiskal maupun moneter.

"Inflasi naiknya gradual, jadi sepertinya BI belum melihat inflasi solid, terutama inflasi inti. Rupiah juga depresiasinya masih manageable. Jadi kami memprediksi masih hold di 3,5 persen," pungkasnya.

(agt/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER