Indeks Manufaktur RI Melambat Jadi 50,2

CNN Indonesia
Senin, 04 Jul 2022 11:30 WIB
Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia melambat ke level 50,2 pada Juni 2022 dibandingkan bulan sebelumnya yang 50,8. Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia melambat ke level 50,2 pada Juni 2022 dibandingkan bulan sebelumnya yang 50,8. (Joko Sulistyo).
Jakarta, CNN Indonesia --

Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia melambat ke level 50,2 pada Juni 2022 dibandingkan bulan sebelumnya yang 50,8.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengungkapkan gejolak geopolitik serta perlambatan ekonomi dunia, khususnya di China yang mengganggu rantai pasok global telah menghambat laju ekspansi manufaktur Indonesia.

Perlambatan PMI sejatinya tak hanya dirasakan Indonesia. Kondisi sama juga dirasakan beberapa negara di kawasan Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Fabio menyebut pemerintah akan terus memonitor dinamika dan prospek ekonomi global ke depan serta memitigasi berbagai dampak yang mungkin timbul.

"Berbagai instrumen yang ada, termasuk APBN, akan dioptimalkan untuk meminimalisasi dampaknya pada perekonomian domestik. Dengan demikian, momentum pemulihan ekonomi nasional terjaga," ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (2/7).

Di sisi lain, kata Fabio, inflasi Juni meningkat ke level 4,35 persen dibanding bulan sebelumnya, yakni 3,55 persen. Meski begitu, ia menilai inflasi ini masih tetap terjaga.

Dibandingkan dengan banyak negara di dunia, inflasi Indonesia masih tergolong moderat. Laju inflasi di AS dan Uni Eropa terus mencatatkan rekor baru dalam 40 tahun terakhir, masing-masing mencapai 8,6 persen dan 8,8 persen.

[Gambas:Video CNN]

Demikian juga di sejumlah negara berkembang, seperti Argentina dan Turki, dengan laju inflasi masing-masing mencapai 60,7 persen dan 73,5 persen.

"Pemerintah, melalui instrumen APBN, berhasil meredam tingginya tekanan inflasi global, sehingga daya beli masyarakat serta momentum pemulihan ekonomi nasional masih tetap dapat dijaga", imbuh Febrio.

Meskipun demikian, ia menyebut pemerintah juga akan terus memantau dan memitigasi berbagai faktor yang akan berpengaruh pada inflasi nasional, baik yang berasal dari eksternal maupun domestik.

Sementara itu, inflasi inti Juni 2022 mengalami sedikit peningkatan menjadi 2,63 persen dari bulan sebelumnya, yakni 2,58 persen. Meningkatnya inflasi inti mencerminkan semakin menguatnya permintaan domestik.

Inflasi harga diatur pemerintah (administered prices) juga mengalami peningkatan 5,33 persen dari Mei lalu yang hanya 4,83 persen. Peningkatan inflasi ini terjadi karena kenaikan tarif angkutan udara dan cukai hasil tembakau.

(mrh/agt)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER