Mentan: RI Sudah Tak Impor Jagung, Kecuali untuk Industri

tim | CNN Indonesia
Senin, 01 Agu 2022 20:47 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa RI sudah tidak lagi mengimpor jagung, kecuali untuk bahan baku industri. Mentan Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa RI sudah tidak lagi mengimpor jagung, kecuali untuk bahan baku industri. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan Indonesia sudah tidak meng-impor jagung, kecuali untuk kebutuhan bahan baku industri, seperti bahan pemanis.

"Saya ingin sampaikan bahwa bukan hanya beras yang sebenarnya kita sudah tidak impor, tetapi juga jagung, kecuali yang berkaitan dengan kebutuhan industri, termasuk pemanis dan lain-lain," ujarnya, secara daring, Senin (1/8).

Saat ini, produksi jagung di Indonesia di atas 18 juta ton. Kendati begitu, sesuai perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), produksi jagung akan terus ditingkatkan untuk mencukupi kebutuhan domestik, termasuk industri, dan berupaya meningkatkan ekspor jagung.

Jokowi dalam rapat hari ini memerintahkan jajaran menteri untuk meningkatkan produksi jagung, baik untuk bahan baku, produk pascapanen, termasuk yang sudah melalui proses budidaya.

Peningkatan produksi itu melalui intensifikasi lahan dan ekstensifikasi lahan. Sedangkan, untuk produksi pascapanen, Syahrul menyebut akan melakukan beberapa upaya seperti membangun sarana pendukung pascapanen sepertisilodandryer.

"Tentu saja toksin (racun) dan lain-lain bisa dikurangi, sehingga kadar air di atas 20 persen, bisa kadar air 14 persen, sehingga sangat layak untuk di market atau di industri," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mendorong produksi jagung di lahan-lahan baru di Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara.

"Dengan total lahan seluas 141 ribu hektare (ha), dan 86 ribu hektare merupakan lahan baru," tandas Airlangga.

[Gambas:Video CNN]



(bir/bir)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER