Jelang Rilis PDB, Pemerintah Pede Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5 Persen

tim | CNN Indonesia
Kamis, 04 Agu 2022 17:01 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto percaya diri ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5 persen pada kuartal II 2022. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto percaya diri ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5 persen pada kuartal II 2022. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto percaya diri ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5 persen pada kuartal II 2022.

"Besok BPS (Badan Pusat Statistik) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022, kami optimistis di atas 5 persen angkanya," terang Airlangga dalam konferensi pers, Kamis (4/8).

Optimisme itu bukan isapan jempol, mengingat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih cukup baik dan PMI manufaktur atau aktivitas bisnis di Indonesia meningkat ke posisi 51,3 per Juli 2022.

"(Pemerintah optimistis karena) indeks keyakinan konsumen baik dan PMI di 51,3 (per Juli 2022)," imbuh Airlangga.

Meski begitu, Airlangga mengakui inflasi memang sudah tinggi di Indonesia. Berdasarkan catatan BPS, inflasi tembus 4,9 persen secara tahunan per Juli 2022.

Namun, politikus dari Partai Golkar itu mengklaim daya beli masyarakat masih terjaga di tengah lonjakan inflasi. Toh, pemerintah terus memberikan subsidi di sektor pangan dan energi.

Selain itu, ia melihat sejumlah harga pangan turun dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya, minyak goreng.

"Inflasi naik tapi beberapa harga turun, meski tepung terigu akan turun pada kuartal I tahun depan dan beberapa komoditas relatif turun, termasuk minyak goreng," jelas Airlangga.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi dari Airlangga sejatinya sama dengan Menteri Keuangan sekaligus Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani dan Bank Indonesia (BI).

Dalam kesempatan sebelumnya, Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih dari 5 persen pada kuartal II 2022. "Dari sisi pertumbuhan, ekonomi masih tumbuh di atas 5 persen (kuartal II 2022)," katanya.

Meski begitu, ia tetap mewaspadai beberapa faktor eksternal yang dapat mengganggu potensi pertumbuhan ekonomi RI. Salah satunya, harga bahan pangan dan energi yang terus melonjak.

Perang Rusia-Ukraina telah membuat harga sejumlah barang semakin mahal. Walhasil, inflasi di sejumlah negara melonjak, tanpa terkecuali Indonesia.

Dalam situasi ini, KSSK akan fokus memperhatikan sejumlah sektor yang belum pulih maksimal sejak tahun lalu, seperti akomodasi dan makanan dan minuman (mamin).

"Kalau sektor akomodasi dan mamin ini selalu stop and go, kalau ada pandemi sektor ini terpengaruh," tutur Sri Mulyani.

Selain itu, KSSK melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan jaminan kredit agar perbankan tak takut mengucurkan pinjaman kepada semua sektor usaha.

"Kami berikan jaminan kredit, sehingga sektor perbankan tidak segan memberikan (kredit)," jelas Sri Mulyani.

Sementara, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,05 persen pada kuartal II 2022. Salah satu yang mendorong ekonomi RI adalah inflasi inti yang masih rendah.

"Inflasi inti masih rendah dan pertumbuhan ekonomi sudah membaik mulai kuartal I 2022," pungkas Perry.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER