Pilihan Saham Cuan Minggu Ini, dari Properti hingga Perbankan
CNN Indonesia
Senin, 08 Agu 2022 06:43 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Analis menyebut sejumlah saham sektor industri, properti, perbankan dan consumer good akan bersinar pekan ini. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia --
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 27,3 poin atau 0,39 persen ke level 7.084 pada perdagangan akhir pekan lalu. Investor asing mencatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp13,63 triliun.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat sebanyak lima kali. Secara total, performa indeks saham menguat 1,92 persen.
Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono menyebut kapitalisasi pasar bursa naik 1,65 persen, dari Rp9.133,059 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.283,704 triliun.
Namun, rata-rata frekuensi harian bursa merosot 4,49 persen dari 1,370 juta transaksi menjadi 1,307 juta transaksi. Rata-rata volume transaksi harian bursa juga turun 27,48 persen dari 33.455 miliar saham menjadi 24.262 miliar saham.
"Peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 8,51 persen menjadi sebesar Rp15,339 triliun dari Rp14,136 triliun pada penutupan pekan lalu," terang Yulianto, seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (5/7).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi IHSG cenderung menguat. Ia memperkirakan indeks akan bergerak di rentang support 7.032 dan resistance 7.194 selama pekan ini.
Menurutnya, pasar saham pekan ini akan dipengaruhi oleh resesi dan perlambatan ekonomi global. Saham juga disebut akan dipengaruhi oleh data inflasi AS dan rilis data indeks kepercayaan konsumen (IKK) serta trade balance Indonesia.
Sentimen lain yang juga diperkirakan mempengaruhi saham sepekan ini adalah pertumbuhan produk domestik bruto Indonesia yang tumbuh 5,44 persen di kuartal II 2022.
"Pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 5,4 persen di kuartal II 2022 tentu saja menjadi kabar baik bagi pasar modal dan akan berpengaruh positif terhadap pergerakan IHSG, pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh konsumsi rumah tangga pada saat momen Ramadhan waktu lalu," ujar Herditya kepada CNNIndonesia.com.
Dalam kondisi seperti ini, ia menyarankan saham emiten-emiten sektor industri dan properti. Pertama, ia merekomendasikan saham industri yaitu PT Astra International Tbk (ASII) yang ditutup menguat 0,38 persen ke posisi 6.625.
Herditya memprediksi ASII dapat menyentuh posisi 6.750 hingga 7.000. Kedua, dari sektor properti adalah PT Alam Sutera Realty (ASRI) yang ditutup stagnan di posisi 173.
Ia memprediksi saham emiten ini dapat menyentuh posisi 180 hingga 192. Ketiga, dari sektor properti, ada PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang ditutup menguat 1,09 persen ke posisi 925.
Herditya memprediksi BSDE dapat menyentuh posisi 950 pekan ini.
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Riska Afriani memproyeksikan selama sepekan ini, IHSG bergerak di rentang support 6.905 dan resistance 7.120.
"Pekan ini masih berpotensi IHSG menguat namun terbatas mengingat pekan ini rawan akan aksi profit taking," kata Riska.
Riska memengatakan saham akan dipengaruhi akan oleh data inflasi Juli AS yang akan dirilis pekan ini. Sementara dari dalam negeri, saham akan dipengaruhi oleh pertumbuhan PDB Indonesia di kuartal II 2022.
Pertumbuhan PDB sebesar 5,44 persen di kuartal II 2022 ia prediksi membuat pelaku pasar optimistis terhadap perekonomian Indonesia di tengah tingginya inflasi di negara-negara maju.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II sebesar 5,4 persen merupakan cerminan dari pertumbuhan beberapa sektor seiring dengan perbaikan mobilitas seperti transportasi dan pergudangan serta akomodasi makanan dan minuman," kata Riska.
Dalam keadaan seperti itu, ia merekomendasikan saham dari sektor perbankan, consumer goods dan properti.
Sejumlah saham yang ia rekomendasikan untuk dikoleksi mencakup PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA yang ditutup menguat 0,96 persen ke posisi 7.875 pada pekan lalu. Ia memprediksi BBCA bisa menyentuh posisi 8.100.
Kemudian, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI yang ditutup menguat 3,12 persen pada posisi 8.250 di pekan sebelumnya. Riska memprediksi BBNI menyentuh posisi 8.750.
Lalu, untuk sektor consumer goods, ia merekomendasikan saham PT Unilever Indonesia Tbk atau UNVR yang ditutup menguat 2,61 persen ke posisi 4.720. Ia memprediksi saham ini menyentuh posisi 5.000 pada pekan ini.
Kemudian, saham PT Indofood CBP atau ICBP yang ditutup melemah 1,4 persen ke posisi 8.800. Ia memprediksi saham ini bisa menyentuh posisi 9.300 pada pekan ini.
Dari sektor properti, Riska merekomendasikan PT Adhi Karya Tbk atau ADHI yang ditutup menguat 4,03 persen ke posisi 775. Ia memprediksi ADHI bisa menyentuh posisi 900 pada pekan ini.
Terakhir, Riska merekomendasikan PT Pembangunan Perumahan atau PTPP yang ditutup menguat 3,24 persen ke posisi 955. Ia memprediksi PTPP menyentuh posisi 1.250 pekan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 27,3 poin atau 0,39 persen ke level 7.084 pada perdagangan akhir pekan lalu. Investor asing mencatat jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp13,63 triliun.
Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat sebanyak lima kali. Secara total, performa indeks saham menguat 1,92 persen.
Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono menyebut kapitalisasi pasar bursa naik 1,65 persen, dari Rp9.133,059 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.283,704 triliun.
Namun, rata-rata frekuensi harian bursa merosot 4,49 persen dari 1,370 juta transaksi menjadi 1,307 juta transaksi. Rata-rata volume transaksi harian bursa juga turun 27,48 persen dari 33.455 miliar saham menjadi 24.262 miliar saham.
"Peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 8,51 persen menjadi sebesar Rp15,339 triliun dari Rp14,136 triliun pada penutupan pekan lalu," terang Yulianto, seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (5/7).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi IHSG cenderung menguat. Ia memperkirakan indeks akan bergerak di rentang support 7.032 dan resistance 7.194 selama pekan ini.
Menurutnya, pasar saham pekan ini akan dipengaruhi oleh resesi dan perlambatan ekonomi global. Saham juga disebut akan dipengaruhi oleh data inflasi AS dan rilis data indeks kepercayaan konsumen (IKK) serta trade balance Indonesia.
Sentimen lain yang juga diperkirakan mempengaruhi saham sepekan ini adalah pertumbuhan produk domestik bruto Indonesia yang tumbuh 5,44 persen di kuartal II 2022.
"Pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 5,4 persen di kuartal II 2022 tentu saja menjadi kabar baik bagi pasar modal dan akan berpengaruh positif terhadap pergerakan IHSG, pertumbuhan ekonomi ini didukung oleh konsumsi rumah tangga pada saat momen Ramadhan waktu lalu," ujar Herditya kepada CNNIndonesia.com.
Dalam kondisi seperti ini, ia menyarankan saham emiten-emiten sektor industri dan properti. Pertama, ia merekomendasikan saham industri yaitu PT Astra International Tbk (ASII) yang ditutup menguat 0,38 persen ke posisi 6.625.
Herditya memprediksi ASII dapat menyentuh posisi 6.750 hingga 7.000. Kedua, dari sektor properti adalah PT Alam Sutera Realty (ASRI) yang ditutup stagnan di posisi 173.
Ia memprediksi saham emiten ini dapat menyentuh posisi 180 hingga 192. Ketiga, dari sektor properti, ada PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang ditutup menguat 1,09 persen ke posisi 925.
Herditya memprediksi BSDE dapat menyentuh posisi 950 pekan ini.
Analis menyebut sejumlah saham sektor industri, properti, perbankan dan consumer good akan bersinar pekan ini. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Riska Afriani memproyeksikan selama sepekan ini, IHSG bergerak di rentang support 6.905 dan resistance 7.120.
"Pekan ini masih berpotensi IHSG menguat namun terbatas mengingat pekan ini rawan akan aksi profit taking," kata Riska.
Riska memengatakan saham akan dipengaruhi akan oleh data inflasi Juli AS yang akan dirilis pekan ini. Sementara dari dalam negeri, saham akan dipengaruhi oleh pertumbuhan PDB Indonesia di kuartal II 2022.
Pertumbuhan PDB sebesar 5,44 persen di kuartal II 2022 ia prediksi membuat pelaku pasar optimistis terhadap perekonomian Indonesia di tengah tingginya inflasi di negara-negara maju.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II sebesar 5,4 persen merupakan cerminan dari pertumbuhan beberapa sektor seiring dengan perbaikan mobilitas seperti transportasi dan pergudangan serta akomodasi makanan dan minuman," kata Riska.
Dalam keadaan seperti itu, ia merekomendasikan saham dari sektor perbankan, consumer goods dan properti.
Sejumlah saham yang ia rekomendasikan untuk dikoleksi mencakup PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA yang ditutup menguat 0,96 persen ke posisi 7.875 pada pekan lalu. Ia memprediksi BBCA bisa menyentuh posisi 8.100.
Kemudian, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI yang ditutup menguat 3,12 persen pada posisi 8.250 di pekan sebelumnya. Riska memprediksi BBNI menyentuh posisi 8.750.
Lalu, untuk sektor consumer goods, ia merekomendasikan saham PT Unilever Indonesia Tbk atau UNVR yang ditutup menguat 2,61 persen ke posisi 4.720. Ia memprediksi saham ini menyentuh posisi 5.000 pada pekan ini.
Kemudian, saham PT Indofood CBP atau ICBP yang ditutup melemah 1,4 persen ke posisi 8.800. Ia memprediksi saham ini bisa menyentuh posisi 9.300 pada pekan ini.
Dari sektor properti, Riska merekomendasikan PT Adhi Karya Tbk atau ADHI yang ditutup menguat 4,03 persen ke posisi 775. Ia memprediksi ADHI bisa menyentuh posisi 900 pada pekan ini.
Terakhir, Riska merekomendasikan PT Pembangunan Perumahan atau PTPP yang ditutup menguat 3,24 persen ke posisi 955. Ia memprediksi PTPP menyentuh posisi 1.250 pekan ini.