Rupiah Meradang ke Rp14.864 Karena Kekhawatiran BI Naikkan Suku Bunga

CNN Indonesia
Jumat, 19 Agu 2022 09:15 WIB
Rupiah melemah 28 poin ke posisi Rp14.864 per dolar AS pada perdagangan Jumat (19/8) pagi, karena kekhawatiran pasar bahwa BI menaikkan suku bunga. Rupiah melemah 28 poin ke posisi Rp14.864 per dolar AS pada perdagangan Jumat (19/8) pagi, karena kekhawatiran pasar bahwa BI menaikkan suku bunga. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah dibuka berada di posisi Rp14.864 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Jumat (19/8) pagi. Mata uang Garuda melemah 28 poin atau 0,19 persen dari posisi sebelumnya.

Mata uang di kawasan Asia kompak berada di zona merah. Yen Jepang melemah 0,26 persen, won Korea Selatan melemah 0,57 persen, dolar Singapura melemah 0,03 persen, dan peso Filipina melemah 0,17 persen.

Selanjutnya, yuan China melemah 0,34 persen, baht Thailand melemah 0,35 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen pada perdagangan pagi ini.

Sejalan, mata uang utama negara maju juga kompak di zona merah. Euro Eropa melemah 0,11 persen, dan poundsterling Inggris melemah 0,23 persen dan dolar Australia melemah 0,27 persen.

Dolar Kanada melemah 0,11 persen dan franc Swiss melemah 0,15 persen.

Sebelumnya, Senior Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah akan kembali melemah pada hari ini disebabkan oleh pernyataan petinggi The Fed yang meyakinkan akan tetap mengambil kebijakan yang agresif.

"Rupiah diperkirakan kembali melemah hari ini oleh penguatan dolar AS, setelah pernyataan hawkish dari Presiden Fed San Francisco Mary Daly," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Dari sisi domestik, pelemahan rupiah didorong oleh perkiraan pasar bahwa Bank Indonesia (BI) bakal menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan bulan ini.

Lukman memperkirakan hari ini rupiah akan berada di kisaran Rp14.775 per dolar AS hingga Rp14.925 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN]



(ldy/bir)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER