Penumpang KRL Meningkat 3 Persen Usai Harga BBM Naik

tim | CNN Indonesia
Kamis, 15 Sep 2022 07:40 WIB
Penumpang KRL meningkat pada hari kerja dan akhir pekan lalu setelah harga BBM pertalite, solar subsidi, dan pertamax naik. Penumpang KRL meningkat pada hari kerja dan akhir pekan lalu setelah harga BBM pertalite, solar subsidi, dan pertamax naik. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Penumpang KRL melonjak usai pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite, solar, dan pertamax.

VP Corporate Secretary PT KAI Commuter Anne Purba mengatakan penumpang KRL di Jabodetabek naik 3 persen dari 689.310 orang ke 708.568 orang per hari pada hari kerja pekan lalu.

"Tercatat volume pengguna tertinggi di hari kerja yaitu pada Senin (5/9) kemarin yaitu sebanyak 733.733 orang," kata Anne dalam pernyataan resminya, Jumat (9/9).

Volume penumpang juga naik sebesar 9 persen, yakni 1.119.188 orang atau rata-rata 559.594 orang per hari pada akhir pekan lalu.

Kenaikan jumlah penumpang tidak hanya terjadi di Jabodetabek. Rata-rata volume pengguna KRL Yogyakarta-Solo juga meningkat 3 persen di hari kerja dan rata-rata volume pengguna naik 8 persen pada akhir pekan.

Dengan pertambahan volume penumpang, KAI Commuter mengimbau penumpang untuk merencanakan perjalanan dengan cermat, gunakan aplikasi KRL Access untuk mendapatkan informasi jadwal perjalanan.

Tidak hanya KRL, penumpang MRT juga melonjak usai kenaikan harga BBM. Corporate Secretary PT MRT Jakarta Rendi Alhial mengatakan jumlah penumpang rata-rata naik 5 persen pada hari kerja.

"Sedangkan around weekend naik 12 persen juga pasca kenaikan BBM," ujar Rendi.

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, dan pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

[Gambas:Video CNN]

(fby/aud)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER