Mendag Zulhas Klaim Neraca Dagang RI Suprlus, Ekspor Menguat

CNN Indonesia
Minggu, 25 Sep 2022 19:19 WIB
Menteri Pedagangan Zulkifli Hasan menyatakan saat ini neraca perdagangan Indonesia surplus US$5,76 miliar secara bulanan pada Agustus 2022. Menteri Pedagangan Zulkifli Hasan menyatakan saat ini neraca perdagangan Indonesia surplus US$5,76 miliar (Arsip Humas Kementerian Perdagangan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pedagangan Zulkifli Hasan menyatakan saat ini neraca perdagangan Indonesia surplus US$5,76 miliar secara bulanan pada Agustus 2022. Realisasi itu lebih tinggi secara bulanan dari bulan sebelumnya yang sebesar US$4,23 miliar.

"Neraca perdagangan, Indonesia di tengah pemulihan ekonomi global pada Agustus 2022 kita surplus, perdagangan nih ya, US$5,76 miliar," kata pria yang akrab disapa Zulhas itu dalam acara 'Kinerja 100 Hari Mendag' di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Minggu (25/9).

"Sehingga Januari-Agustus mencapai US$34,92 miliar," imbuhnya.

Selain itu, Zulhas juga mengatakan bahwa ekspor non-migas pada periode Januari-Agustus meningkat US$194,6 miliar. Namun, rata-rata yang diekspor masih sumber daya alam seperti minyak sawit, batu bara.

Sementara, negara tujuan ekspor utama Indonesia adalah Tiongkok (21,27 persen), Amerika Serikat (10,81 persen), India (8,79 persen), Jepang (8,23 persen), dan Malaysia (5,21 persen).

Sebelumnya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor mencapai US$27,91 miliar atau naik 9,17 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar US$25,6 miliar.

Sementara, nilai impor cuma US$22,15 miliar atau naik 3,77 persen dari posisi sebelumnya yang sebesar US$21,35 miliar.

Secara rinci, kinerja ekspor ditopang oleh ekspor minyak dan gas (migas) mencapai US$1,71 miliar atau naik 25,59 persen dari bulan sebelumnya yang sebesar US$1,37 miliar. Begitu juga dengan ekspor nonmigas terlihat naik 8,24 persen dari US$24,19 miliar menjadi US$26,19 miliar.

Berdasarkan sektor, ekspor migas naik 25,59 persen, pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 16,99 persen, industri pengolahan naik 13,49 persen, serta pertambangan turun 6,66 persen.

(dmi/isn)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER