Beda Garis Kemiskinan Antara Bank Dunia dengan BPS

tim | CNN Indonesia
Kamis, 29 Sep 2022 14:21 WIB
Bank Dunia (World Bank) mengubah batas garis kemiskinan baru-baru ini. Lantas, apa bedanya dengan BPS? Bank Dunia (World Bank) mengubah batas garis kemiskinan baru-baru ini. Terdapat perbedaan dengan garis kemiskinan versi BPS. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Dunia (World Bank) mengubah batas garis kemiskinan baru-baru ini. Imbasnya, 13 juta warga Indonesia yang tadinya masuk golongan menengah bawah menjadi jatuh miskin.

Hal itu terungkap dalam laporan 'East Asia and The Pacific Economic Update October 2022'. Basis perhitungan terbaru mengacu pada paritas daya beli (PPP) 2017. Sementara, basis perhitungan yang lama adalah PPP 2011.

Paritas daya beli menyetarakan harga sekumpulan barang yang identik di berbagai lokasi berbeda. Dengan konsep PPP, Bank Dunia bisa menyesuaikan angka Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang berbeda di masing-masing negara.

Lantas apa bedanya dengan garis kemiskinan yang menjadi acuan Badan Pusat Statistik (BPS)?

Dalam basis perhitungan terbaru, Bank Dunia menaikkan garis kemiskinan ekstrem dari US$1,9 menjadi US$2,15 per kapita per hari.

Dengan asumsi kurs Rp15.216 per dolar AS maka garis kemiskinan ekstrem Bank Dunia Rp32.812 per kapita per hari atau Rp984.360 per kapita per bulan.

Bank Dunia juga menaikkan ketentuan batas untuk kelas penghasilan menengah ke bawah (lower middle income class). Batas kelas penghasilan menengah bawah dinaikkan dari US$3,20 menjadi US$3,65 per kapita per hari. Nilainya setara dengan Rp55.538 per kapita per hari atau Rp1.666.152 per bulan.

Selanjutnya, batas penghasilan kelas menengah ke atas (upper-middle income class) dinaikkan dari US$5,50 menjadi US$6,85 per kapita per hari. Nilainya setara Rp104.537 per kapita per hari atau Rp3.136.110 per bulan.

Sementara itu, BPS mengartikan garis kemiskinan (GK) sebagai cerminan nilai rupiah pengeluaran minimum yang diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya selama sebulan, baik kebutuhan makanan maupun non-makanan. GK terdiri dari garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan non-makanan (GKNM).

Garis kemiskinan yang digunakan BPS pada Maret 2022 tercatat Rp505.469,00 per kapita per bulan dengan komposisi GKM sebesar Rp374.455,00 (74,08 persen) dan GKNM sebesar Rp131.014,00 (25,92 persen).

[Gambas:Video CNN]



(sfr/bir)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER