Analis Yakin Ekonomi RI Masih Kuat, Lebih Baik dari 2020

tim | CNN Indonesia
Kamis, 29 Sep 2022 20:50 WIB
Direktur Utama Pefindo Kredit IdScore Yohanes Arts Abimanyu optimistis terhadap ekonomi dan kredit Indonesia pada 2023 mendatang. Direktur Utama PT Pefindo Kredit IdScore Yohanes Arts Abimanyu optimistis terhadap ekonomi dan kredit Indonesia pada 2023 mendatang. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit (IdScore) Yohanes Arts Abimanyu optimistis terhadap ekonomi dan kredit Indonesia pada 2023 mendatang. Pasalnya, kondisi makroekonomi Indonesia masih kuat.

Abi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kunci peluang pasar Indonesia di 2023 adalah sektor ekonomi makro. Hal itu ia sampaikan dalam acara peluncuran ID Business Report di Meradelima, Jakarta, Kamis (29/9).

"Data-data ekonomi makro Indonesia masih bagus. Kita (Indonesia) pernah masuk di rezim bunga tinggi, tapi selama ekonomi makro Indonesia masih kuat maka tetap optimis dan akan lebih baik dari 2020," jelas Abi kepada awak media.

SVP Head of Research & Development PT Befindo Kredit IdScore Lucky Herviana turut menambahkan soal optimisme pasar Indonesia di 2023.

"Semua indikator masih bagus. Kekhawatiran kita (Indonesia) adalah ketidakpastian global, efek perang, inflasi, dan segala macam," jelas Lucky kepada CNNIndonesia.com.

Menurutnya, Indonesia selalu melihat ketidakpastian yang sebenarnya merupakan faktor eksternal. Padahal, sifat faktor eksternal tersebut bakal memiliki jeda ke Tanah Air, terkecuali pasar saham.

Lucky melihat pertumbuhan yang dimiliki Indonesia saat ini, seperti neraca perdagangan positif hingga indikator PDB yang naik. Oleh karena itu, ia yakin pertumbuhan kredit akan lebih baik dari 2020.

"Ada growth, bukan seperti 2020 yang kita (Indonesia) sampai minus. Kuncinya sekarang ada di momentum," jelasnya.

Perekonomian Indonesia pada 2020 lalu memang terdampak pandemi covid-19.

"Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi kuartal IV antara minus 2,9 persen-minus 0,9 persen. Dengan demikian, keseluruhan tahun 2020, minus 2,2 persen-minus 1,7 persen," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, pada Rabu (6/1/2021).

Meski sempat minus, perekonomian Indonesia kini mulai bangkit. Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di angka 5,1 persen untuk 2022 dan 2023. Angka tersebut tak berubah dari proyeksi Bank Dunia edisi April 2022.

[Gambas:Video CNN]



(skt/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER