Jokowi Bicara soal Kejatuhan Poundsterling: Berimbas ke Semua Negara

CNN Indonesia
Kamis, 29 Sep 2022 13:19 WIB
Presiden Jokowi memperingatkan bahwa pelemahan poundsterling bisa berimbas negatif ke semua negara. Presiden Jokowi memperingatkan bahwa pelemahan poundsterling bisa berimbas negatif ke semua negara. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan bahwa pelemahan poundsterling terhadap dolar AS bisa berimbas negatif ke banyak negara di dunia.

Ia tidak merinci dampak yang dimaksudkan. Namun, ia memastikan pelemahan nilai tukar mata uang tidak hanya dialami Inggris, tetapi juga negara-negara lain di dunia. '

Kondisi itu, sambung Jokowi, menambah tekanan ekonomi global yang saat ini dibayangi resesi hingga stagflasi.

"Tiap hari yang kita dengar selalu krisis energi, minyak, gas, hampir semua negara. Krisis finansial, pergerakan currency, nilai tukar lompat-lompat. Baru saja 1-2 hari, karena APBN di UK (Inggris) berimbas ke semua negara," ujarnya dalam UOB Economic Outlook 2023, Kamis (29/9).

Rupiah, ia melanjutkan juga melemah terhadap dolar AS. Kendati, pelemahannya masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara lainnya.

Nilai tukar rupiah tercatat terdepresiasi 7,02 persen hingga saat ini. Sementara, negara lainnya, seperti Jepang minus 25 persen, China minus 13 persen, dan Filipina minus 15 persen.

"Ini yang harus kita syukuri dan kita perlu terus kerja keras di masa panjang," jelasnya.

Sebagai informasi, poundsterling Inggris sempat anjlok ke level 1,035 per dolar AS, terendah sepanjang sejarah. Ekonom mengungkap penyebabnya adalah kebijakan fiskal baru yang disampaikan pemerintah dan langsung mendapat penolakan dari pelaku pasar.

"Pelemahan yang signifikan tersebut didorong oleh pernyataan dari Pemerintah Inggris yang akan mengeluarkan stimulus ekonomi yang justru direspons negatif oleh pelaku pasar," ungkap Josua.

Menurut dia, tujuan kebijakan fiskal melalui pemangkasan pajak dan subsidi energi untuk menekan lonjakan inflasi, justru dikhawatirkan bisa menjadi bumerang bagi Pemerintah Inggris.

"Karena stimulus ekonomi tersebut dikhawatirkan akan tetap mendorong inflasi yang tinggi," tutur Josua.

[Gambas:Video CNN]



(ldy/bir)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER