Asuransi Kakap di Australia Kena Hack, 9,7 Juta Data Nasabah Dibobol

tim | CNN Indonesia
Senin, 07 Nov 2022 18:41 WIB
Medibank Private Ltd., perusahaan asuransi kesehatan terbesar di Australia, kena tangan usil peretas (hacker). Akibatnya, 9,7 juta data nasabah kebobolan. Medibank Private Ltd., perusahaan asuransi kesehatan terbesar di Australia, kena tangan usil peretas (hacker). Akibatnya, 9,7 juta data nasabah kebobolan. Ilustrasi. (iStockphoto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Medibank Private Ltd., perusahaan asuransi kesehatan terbesar di Australia, kena tangan usil peretas (hacker). Akibatnya, 9,7 juta data nasabah kebobolan.

Namun demikian, perusahaan menolak membayar tebusan seperti yang diminta oleh hacker.

Dalam temuan penyelidikan perusahaan hingga saat ini, Medibank mengkonfirmasi bahwa hacker berhasil mengakses nama, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, dan alamat email 9,7 juta nasabah dan bekas nasabah.

Masalah keamanan dunia maya di Australia telah meningkat tajam beberapa waktu belakangan ini. Bahkan, laporan pemerintah setempat menyebut ada satu serangan setiap 7 menit.

"Berdasarkan saran ekstensif yang kami terima dari para pakar kejahatan dunia maya, kami yakin hanya ada kemungkinan terbatas membayar uang tebusan untuk memastikan kembalinya data pelanggan kami dan mencegahnya dipublikasikan," ujar CEO Medibank David Koczkar, seperti dilansir Reuters, Senin (7/11).

Membayar uang tebusan, ia melanjutkan justru dapat mendorong peretas untuk memeras pelanggan atau nasabah perusahaan secara langsung dan melukai lebih banyak orang.

Karenanya, Medibank memperingatkan nasabah untuk tetap waspada karena penjahat bisa saja membocorkan data secara online atau mencoba menghubungi nasabah secara langsung.

Pun demikian, Koczkar menegaskan bahwa operasional perusahaan dan bisnis tetap berjalan normal selama serangan siber. Nasabah juga bisa terus mengakses layanan kesehatan.

Medibank, ia menambahkan akan menugaskan tinjauan eksternal untuk belajar dari serangan siber sembari terus memperluas program dukungan respons sibernya.

[Gambas:Video CNN]



(bir/agt)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER