Dana Pemda 'Ngendap' di Bank Masih Rp278 T Meski 2022 Sisa Sebulan

CNN Indonesia
Kamis, 24 Nov 2022 19:03 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan dana pemda yang mengendap di bank masih Rp278,73 triliun meski 2022 tinggal tersisa satu bulan lagi. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan total dana pemerintah daerah (pemda) yang mengendap di bank mencapai Rp278,73 triliun per Oktober 2022. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan total dana pemerintah daerah (pemda) yang mengendap di bank mencapai Rp278,73 triliun per Oktober 2022.

Dana ini naik Rp54,89 triliun atau 24,52 persen dari bulan sebelumnya.

"Dana pemerintah daerah yang di perbankan kita lihat terjadi kenaikan yang sangat signifikan," ujarnya dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (24/11).

Bendahara negara berharap pemda bisa mengakselerasi belanjanya lebih cepat dan fokus di sisa tahun ini. Hal ini perlu dilakukan supaya dampak ke masyarakat dan ke ekonomi bisa dirasakan.

"Dana Rp278,73 triliun di perbankan diharapkan bisa menjadi faktor untuk mendorong pemulihan ekonomi lebih kuat lagi terutama pada Kuartal terakhir ini," katanya.

Berdasarkan wilayah, per Oktober 2022 nominal saldo tertinggi berada di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Kalimantan Timur.

Sri Mulyani menyebut masih tingginya saldo dana pemda di perbankan disebabkan oleh tingginya penyaluran transfer ke daerah (TKD) pada Oktober 2022.

Kontribusi penyaluran TKD tertinggi pada Oktober 2022 terdiri dari penyaluran dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp50,7 triliun, dana alokasi khusus (DAK) fisik sebesar Rp13,8 triliun, dan DAK non fisik sebesar Rp20,3 triliun.

Hingga Oktober 2022, realisasi belanja APBD mencapai Rp732,89 triliun atau 61,2 persen dari pagu yang mencapai Rp1.196,83 triliun. Capaian itu juga tumbuh 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lebih rinci, belanja dari sisi pegawai tumbuh 0,2 persen atau mencapai Rp289,73 triliun. Hal ini terjadi karena pertumbuhan tambahan penghasilan PNSD dan pertumbuhan belanja gaji kepala daerah/wakil kepada daerah.

[Gambas:Video CNN]

Lalu, belanja barang dan jasa naik 7,7 persen menjadi Rp198,91 triliun karena kenaikan belanja perjalanan dinas, belanja pemeliharaan, dan belanja barang/jasa untuk diberikan kepada pihak ketiga/masyarakat.

Selanjutnya, belanja modal juga naik 19,5 persen menjadi Rp80,88 triliun karena pertumbuhan belanja modal pengadaan instalasi, alat peraga, alat produksi, pengolahan dan pemurnian, dan belanja alat besar.

Lalu belanja alat laboratorium, komputer, alat pertanian, serta belanja modal jalan, jembatan, dan jaringan.

Terakhir belanja lainnya turun 1,9 persen atau menjadi Rp163,37 triliun.

Secara fungsi, yang mengalami kenaikan adalah belanja di bidang ekonomi yakni 13,7 persen menjadi dari Rp75,7 triliun pada Oktober 2021 menjadi Rp86,06 triliun pada Oktober 2022.

Sedangkan belanja kesehatan stagnan di Rp 121,82 triliun dan belanja perlindungan sosial turun 0,1 persen atau menjadi Rp 13,27 triliun.

(mrh/agt)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER