Zulhas Klaim Kendalikan Harga Minyak Goreng, Giliran Beras dan Kedelai

CNN Indonesia
Rabu, 30 Nov 2022 06:00 WIB
Mendag Zulhas berhasil mengendalikan harga minyak goreng. Kini, ia ditugasi Presiden Jokowi untuk mengendalikan harga beras dan kedelai. Mendag Zulhas berhasil mengendalikan harga minyak goreng. Kini, ia ditugasi Presiden Jokowi untuk mengendalikan harga beras dan kedelai. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengklaim berhasil mengendalikan harga minyak goreng dalam dua pekan setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat.

Padahal, ia sendiri tak pernah bercita-cita sebagai Mendag. Meski ia mengaku sudah terbiasa berdagang sejak usia 6 tahun di kampung halamannya, mulai dari es mambo sampai telur dan cengkeh.

Bahkan, Zulhas mengklaim mampu menghasilkan uang sekitar Rp1 miliar per bulan dari berdagang dan berbisnis saat usianya masih 19 tahun.

"Jadi, jangan heran waktu dua minggu saya jadi Mendag, (harga) minyak yang sulit bisa saya kendalikan. Dua minggu bisa saya taklukkan," ungkap Zulhas dalam acara Digital Economy Conference Lazada Indonesia, Selasa (29/11).

Karena keberhasilan itu, Zulhas mengaku mendapatkan beban atau tanggung jawab baru dari Jokowi. Kini, ia diperintahkan untuk mengontrol harga beras dan kedelai yang tengah melonjak.

"Pak Presiden itu kalau kita sukses, ditambah tugas lagi. Saya ditugaskan kendalikan (harga) beras sama kedelai. Kedelai sekarang Rp14 ribu per kg, nanti Januari (2023) mudah-mudahan sudah bisa Rp10 ribu-Rp11 ribu per kg harganya. Ada caranya, nggak usah diceritain di sini. Caranya rumit, tapi tahu hasilnya saja," jelas Zulhas.

Selesai memberikan sambutan di acara tersebut, Zulhas menjelaskan kepada awak media soal kepastian impor beras. Ia menegaskan pembelian beras dari luar negeri sudah dilakukan demi memenuhi kebutuhan cadangan beras Bulog.

Sebelumnya, ada rancu data beras antara Kementan dan Bulog. Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan beberapa waktu lalu stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini hanya 651 ribu ton atau separuh dari target sebanyak 1,2 juta ton.

Oleh karena itu, Zulhas menekankan bahwa beras adalah makanan pokok yang penting. Dengan begitu, Kemendag menegaskan persediaan beras Bulog tidak boleh kurang dari 1,2 juta ton.

"Jadi sekarang kita beli, tapi tetap di luar barangnya. Belinya sudah, tapi impornya belum. Sekarang kita masih kasih kesempatan (Kementan dan Bulog), kalau nggak salah itu 6 hari untuk nambah stok. Kalau nggak ada, ya kita nggak bisa main-main. Harus beli, harus bisa masuk agar stoknya cukup," katanya kepada awak media di The Westin Hotel Jakarta.

Zulhas juga mengungkapkan perkembangan bagaimana langkah yang sudah dilakukan Kemendag untuk menaklukkan harga kedelai.



Ia menegaskan sudah ada rapat dan Jokowi memerintahkan Bulog mengimpor 350 ribu ton kedelai dari Amerika Serikat (AS).

"Masuknya kira-kira 45 hari, dari AS, mungkin akhir Desember 2022. Nanti belinya kira-kira Rp11 ribu per kg, jualnya antara Rp10 ribu. Kalau beli Rp12 ribu, jualnya Rp11 ribu. Jadi jualnya antara Rp10 ribu-Rp11 ribu per kg, sehingga nanti harga tempe tahu akan terjaga," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(skt/bir)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER