Kinerja Manufaktur RI Melambat, Capai 50,3 pada November 2022

tim | CNN Indonesia
Jumat, 02 Des 2022 06:30 WIB
Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 50,3 November 2022, melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 51,8. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 50,3 November 2022, melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 51,8. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 50,3 November 2022. Angka ini melambat jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 51,8.

Meski demikian, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan ekspansi sektor manufaktur nasional masih terjaga dalam 15 bulan secara berturut-turut.

Menurutnya, permintaan dalam negeri diindikasi masih cukup kuat, sebagaimana ditunjukkan oleh stabilitas konsumsi dalam negeri hingga saat ini. Selain itu, pembukaan lapangan kerja juga masih ekspansif dan diharapkan dapat konsisten.

"Sektor manufaktur yang masih ekspansif hingga saat ini merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pemulihan ekonomi dalam negeri di tengah kenaikan risiko dan ketidakpastian perekonomian global," ujar Febrio melalui keterangan resmi, Kamis (1/12).

Ia menyebut ekspansi manufaktur Indonesia terjadi di tengah pelemahan PMI manufaktur beberapa negara yang bahkan mulai mengalami kontraksi, seperti Vietnam 47,4 (Oktober 50,6) dan Jepang 49,0 (Oktober 50,7).

Secara keseluruhan, kata Febrio, optimisme dunia usaha masih terjaga dengan terus stabilnya kondisi pandemi serta pemulihan permintaan yang terus menguat meskipun sebagian responden mulai mengantisipasi risiko gejolak ekonomi global.

Di sisi harga, pada November 2022 inflasi tercatat sebesar 5,42 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan Oktober yang mencapai 5,71 persen. Jika dibandingkan secara bulanan, inflasi November naik tipis sebesar 0,09 persen.

Menurut Febrio, melambatnya laju inflasi ini menunjukkan stabilitas harga domestik yang tetap dapat dijaga di tengah tekanan inflasi global yang masih tinggi.

Inflasi November pun lebih rendah dari prediksi yang dihitung oleh internal Kementerian Keuangan. Febrio menyebut hal ini merupakan hasil positif dari bauran kebijakan pengendalian inflasi, terutama komponen inflasi pangan.

"Keberhasilan tersebut dicapai melalui koordinasi antar otoritas terkait dalam upaya menjaga daya beli masyarakat yang perlu terus diperkuat untuk mendukung pemulihan ekonomi," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]



(mrh/dzu)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER