Miliarder 'Jatuh Miskin' di 2022: Ada Bos Kripto Hingga Musuh Tesla
CNN Indonesia
Selasa, 27 Des 2022 08:12 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Forbes mendepak 11 orang kaya dari daftar miliarder 2022. Di daftar itu ada Sam Bankman-Fried, Kanye West hingga RJ Scaringe. (Getty Images via AFP/ALEX WONG).
Sam Bankman-Fried kehilangan 94 persen hartanya dalam semalam. Harta senilai US$14,6 miliar atau setara Rp228 triliun (asumsi kurs Rp15.674 per dolar AS) raib begitu saja. Anjloknya harta Bankman-Fried imbas kebangkrutan bursa kripto FTX.
Sebelumnya, Bankman-Fried masuk dalam daftar Bloomberg Billionaires Index dengan perkiraan kekayaan US$15,2 miliar. Namun, nama eks CEO FTX itu hilang dari daftar usai hartanya tersisa US$991,5 juta.
Tak cuma kehilangan harta, Bankman-Fried juga harus menghadapi ancaman penjara. Namun, ia masih bebas berkat jaminan US$250 juta atau setara Rp3,8 triliun (asumsi kurs Rp15.578 per dolar AS), dan menjadi tahanan rumah. Mantan raja kripto tersebut harus memakai gelang kaki elektronik yang memonitor pergerakannya selama di luar penjara.
Kanye West dihempas dari daftar orang kaya versi Forbes pada Oktober lalu. Akar masalahnya adalah perselisihan rapper AS itu dengan Adidas yang berujung pemecatan serta penghentian kemitraan dengan merek Yeezy. Pemutusan ini imbas dari ujaran antisemit yang dilontarkan sang rapper.
Berdasarkan data Forbes, kekayaan Kanye hanya tersisa US$400 juta setelah pemutusan kontrak tersebut. Padahal, saat Kanye menjalin kerja sama dengan Adidas untuk Yeezy, nilai kesepakatan keduanya mencapai US$1,5 miliar.
3. RJ Scaringe
RJ Scaringe adalah bos pabrikan mobil listrik Rivian, yang diklaim sebagai penantang Tesla milik Elon Musk.
Namun, RJ Scaringe harus puas dicoret dari daftar orang kaya versi Forbes menyusul kerugian yang dialami setelah perusahaannya go public.
Pada Maret 2022, Forbes mengeluarkan nama Scaringe sebagai miliarder dunia. Hal itu terjadi karena saham Rivian anjlok 74 persen tahun ini. Ia bahkan mencatatkan kerugian hingga US$2,47 miliar.
Kini, kekayaan bersih Scaringe hanya tersisa kurang dari US$700 juta dari sebelumnya mencapai US$3,4 miliar.
4. Shalom Meckenzie
Harta taipan asal Israel ini diperkirakan jatuh dari US$1,7 miliar pada 2022 menjadi kurang dari US$900 juta di tahun ini.
Investor perusahaan judi olahraga DraftKings ini mencatat kerugian besar imbas pengeluaran agresif. Pengeluaran Meckenzie diproyeksikan lebih besar ketimbang perkiraan analis.
Duo miliarder AS ini terdepak dari daftar orang kaya Forbes pada April lalu, usai hartanya masing-masing turun dari US$1 miliar ke US$800 juta.
Penyebabnya, perdagangan saham di aplikasi Robinhood Markets yang mereka dirikan pada 2013 itu menurun drastis selama pandemi covid-19. Saham perusahaan Tenev dan Bhatt tercatat turun hingga 71 persen. Namun, keduanya menyangkal Robinhood Markets menghadapi masalah likuiditas.
6. Oleg Tinkov
Oleg Tinkov harus merelakan kekayaan miliknya tersisa US$700 juta dari US$4,7 miliar. Hal ini disebabkan karena invasi Rusia ke Ukraina yang membuat kekayaan Tinkov tergerus.
Ia merupakan satu dari 35 orang Rusia yang bangkut gara-gara perang. Saham bank digitalnya, Tinkoff, kehilangan 90 persen nilainya di London sebelum perdagangan dihentikan pada 2 Maret lalu.
Whitney Wolfe Herd menjadi kaya raya ketika aplikasi kencan miliknya, Bumble, go public pada pada awal 2021.
Apes, saham Bumble turun 72 persen selepas IPO dan membuat harta Herd merosot dari US$1,3 miliar menjadi kurang dari US$700 juta.
8. Jitse Groen
Groen mendirikan layanan pengiriman makanan yang dikenal dengan nama Just Eat Takeaway.com, dan mempublikasikannya di Euronext Amsterdam pada 2016. Ia juga menghabiskan banyak uang untuk mengakuisisi pesaingnya, seperti Delivery Hero, Just Eat, dan GrubHub.
Saham perusahaan milik Jitse Groen berada di puncaknya pada Oktober 2020, ketika pandemi covid-19. Namun, nilai anjlok hingga 72 persen selepas pandemi karena para pelanggan kembali ke restoran dan toko bahan makanan.
Harta miliarder asal Belanda itu turun drastis dari US$1,4 miliar menjadi kurang dari US$600 juta.
Kate Wang adalah salah satu pendiri RLX Technology, yang merupakan pemain terbesar di pasar rokok elektrik alias vape di China.
Apes bagi Wang tatkala Pemerintah China mengancam menasionalisasi penjualan rokok elektrik. Hal itu mendorong tuntutan hukum dari investor RLX, serta menguapnya harta kekayaan Wang dari US$5 miliar menjadi kurang dari US$500 juta.
10. John Foley
John Foley terkenal berkat merek Peloton, yakni produsen alat pelatih kebugaran yang dilengkapi dengan teknologi pintar. Sempat cuan dan mengantongi harta US$1,5 miliar, Foley harus menerima kenyataan para pelanggannya kembali ke gym selepas pandemi covid-19.
Kenyataan pahit itu memaksa Peloton mengurangi produksi alat-alat kebugaran dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pada akhirnya, Foley dicoret dari daftar orang kaya usai hartanya tersisa kurang dari US$400 juta.
Wei Cheng sempat untung besar berkat perusahaan ride hailing miliknya, Didi, yang sukses mengusir Uber dari China.
Setelah melakukan perang harga dan mengantongi harta hingga US$1,2 miliar, Wei Cheng harus menerima kenyataan aplikasi buatannya dilarang Pemerintah China dengan alasan masalah keamanan siber. Akibatnya, harga saham Didi menurun drastis hingga 89 persen. Harta Will Wei Cheng pun ikutan anjlok menjadi kurang dari US$300 juta.
Berdasarkan data Forbes, tahun ini hanya ada 2.668 miliarder atau 87 lebih sedikit dari 2021. Jumlah kekayaan kolektifnya pun mencapai US$12,7 triliun atau US$400 miliar lebih rendah ketimbang tahun lalu.
Penurunan kekayaan paling tragis terjadi di Rusia. Terdapat 34 miliarder, di mana jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Ini terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Miliarder China juga terdampak. Tindakan keras pemerintah terhadap perusahaan teknologi menyebabkan harta kekayaan 87 crazy rich China menciut.
Sam Bankman-Fried kehilangan 94 persen hartanya dalam semalam. Harta senilai US$14,6 miliar atau setara Rp228 triliun (asumsi kurs Rp15.674 per dolar AS) raib begitu saja. Anjloknya harta Bankman-Fried imbas kebangkrutan bursa kripto FTX.
Sebelumnya, Bankman-Fried masuk dalam daftar Bloomberg Billionaires Index dengan perkiraan kekayaan US$15,2 miliar. Namun, nama eks CEO FTX itu hilang dari daftar usai hartanya tersisa US$991,5 juta.
Tak cuma kehilangan harta, Bankman-Fried juga harus menghadapi ancaman penjara. Namun, ia masih bebas berkat jaminan US$250 juta atau setara Rp3,8 triliun (asumsi kurs Rp15.578 per dolar AS), dan menjadi tahanan rumah. Mantan raja kripto tersebut harus memakai gelang kaki elektronik yang memonitor pergerakannya selama di luar penjara.
Kanye West dihempas dari daftar orang kaya versi Forbes pada Oktober lalu. Akar masalahnya adalah perselisihan rapper AS itu dengan Adidas yang berujung pemecatan serta penghentian kemitraan dengan merek Yeezy. Pemutusan ini imbas dari ujaran antisemit yang dilontarkan sang rapper.
Berdasarkan data Forbes, kekayaan Kanye hanya tersisa US$400 juta setelah pemutusan kontrak tersebut. Padahal, saat Kanye menjalin kerja sama dengan Adidas untuk Yeezy, nilai kesepakatan keduanya mencapai US$1,5 miliar.
3. RJ Scaringe
RJ Scaringe adalah bos pabrikan mobil listrik Rivian, yang diklaim sebagai penantang Tesla milik Elon Musk.
Namun, RJ Scaringe harus puas dicoret dari daftar orang kaya versi Forbes menyusul kerugian yang dialami setelah perusahaannya go public.
Pada Maret 2022, Forbes mengeluarkan nama Scaringe sebagai miliarder dunia. Hal itu terjadi karena saham Rivian anjlok 74 persen tahun ini. Ia bahkan mencatatkan kerugian hingga US$2,47 miliar.
Kini, kekayaan bersih Scaringe hanya tersisa kurang dari US$700 juta dari sebelumnya mencapai US$3,4 miliar.
4. Shalom Meckenzie
Harta taipan asal Israel ini diperkirakan jatuh dari US$1,7 miliar pada 2022 menjadi kurang dari US$900 juta di tahun ini.
Investor perusahaan judi olahraga DraftKings ini mencatat kerugian besar imbas pengeluaran agresif. Pengeluaran Meckenzie diproyeksikan lebih besar ketimbang perkiraan analis.
Duo miliarder AS ini terdepak dari daftar orang kaya Forbes pada April lalu, usai hartanya masing-masing turun dari US$1 miliar ke US$800 juta.
Penyebabnya, perdagangan saham di aplikasi Robinhood Markets yang mereka dirikan pada 2013 itu menurun drastis selama pandemi covid-19. Saham perusahaan Tenev dan Bhatt tercatat turun hingga 71 persen. Namun, keduanya menyangkal Robinhood Markets menghadapi masalah likuiditas.
6. Oleg Tinkov
Oleg Tinkov harus merelakan kekayaan miliknya tersisa US$700 juta dari US$4,7 miliar. Hal ini disebabkan karena invasi Rusia ke Ukraina yang membuat kekayaan Tinkov tergerus.
Ia merupakan satu dari 35 orang Rusia yang bangkut gara-gara perang. Saham bank digitalnya, Tinkoff, kehilangan 90 persen nilainya di London sebelum perdagangan dihentikan pada 2 Maret lalu.
Whitney Wolfe Herd menjadi kaya raya ketika aplikasi kencan miliknya, Bumble, go public pada pada awal 2021.
Apes, saham Bumble turun 72 persen selepas IPO dan membuat harta Herd merosot dari US$1,3 miliar menjadi kurang dari US$700 juta.
Jitse Groen Hingga Will Wei Cheng Tak Lagi Masuk Miliarder Forbes
Forbes mendepak 11 orang kaya dari daftar miliarder 2022. Di daftar itu ada Sam Bankman-Fried, Kanye West hingga RJ Scaringe. (Getty Images via AFP/ALEX WONG).
8. Jitse Groen
Groen mendirikan layanan pengiriman makanan yang dikenal dengan nama Just Eat Takeaway.com, dan mempublikasikannya di Euronext Amsterdam pada 2016. Ia juga menghabiskan banyak uang untuk mengakuisisi pesaingnya, seperti Delivery Hero, Just Eat, dan GrubHub.
Saham perusahaan milik Jitse Groen berada di puncaknya pada Oktober 2020, ketika pandemi covid-19. Namun, nilai anjlok hingga 72 persen selepas pandemi karena para pelanggan kembali ke restoran dan toko bahan makanan.
Harta miliarder asal Belanda itu turun drastis dari US$1,4 miliar menjadi kurang dari US$600 juta.
Kate Wang adalah salah satu pendiri RLX Technology, yang merupakan pemain terbesar di pasar rokok elektrik alias vape di China.
Apes bagi Wang tatkala Pemerintah China mengancam menasionalisasi penjualan rokok elektrik. Hal itu mendorong tuntutan hukum dari investor RLX, serta menguapnya harta kekayaan Wang dari US$5 miliar menjadi kurang dari US$500 juta.
10. John Foley
John Foley terkenal berkat merek Peloton, yakni produsen alat pelatih kebugaran yang dilengkapi dengan teknologi pintar. Sempat cuan dan mengantongi harta US$1,5 miliar, Foley harus menerima kenyataan para pelanggannya kembali ke gym selepas pandemi covid-19.
Kenyataan pahit itu memaksa Peloton mengurangi produksi alat-alat kebugaran dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pada akhirnya, Foley dicoret dari daftar orang kaya usai hartanya tersisa kurang dari US$400 juta.
Wei Cheng sempat untung besar berkat perusahaan ride hailing miliknya, Didi, yang sukses mengusir Uber dari China.
Setelah melakukan perang harga dan mengantongi harta hingga US$1,2 miliar, Wei Cheng harus menerima kenyataan aplikasi buatannya dilarang Pemerintah China dengan alasan masalah keamanan siber. Akibatnya, harga saham Didi menurun drastis hingga 89 persen. Harta Will Wei Cheng pun ikutan anjlok menjadi kurang dari US$300 juta.
Berdasarkan data Forbes, tahun ini hanya ada 2.668 miliarder atau 87 lebih sedikit dari 2021. Jumlah kekayaan kolektifnya pun mencapai US$12,7 triliun atau US$400 miliar lebih rendah ketimbang tahun lalu.
Penurunan kekayaan paling tragis terjadi di Rusia. Terdapat 34 miliarder, di mana jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Ini terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Miliarder China juga terdampak. Tindakan keras pemerintah terhadap perusahaan teknologi menyebabkan harta kekayaan 87 crazy rich China menciut.