Deretan Saham Berpeluang Cuan Pekan Ini, Konsumer Bisa Jadi Pilihan
CNN Indonesia
Senin, 09 Jan 2023 06:55 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pengamat merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi menguat pekan ini. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --
Indeks harga sahamgabungan (IHSG) ditutup di level 6.684 pada Jumat (6/1). Indeks saham menguat 30,71 poin atau setara 0,46 persen dari perdagangan sebelumnya.
Dalam sepekan terakhir, IHSG menguat tiga kali dan melemah dua kali. Secara akumulatif, perdagangan melemah 2,43 persen. Tercatat, investor asing melakukan jual bersih (net sell) Rp1,69 triliun selama sepekan.
Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Aulia Noviana Utami Putri mengatakan rata-rata nilai transaksi harian bursa menurun 13,46 persen dari Rp10,74 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9,30 triliun.
Kapitalisasi pasar ikut melorot 2,54 persen dari Rp9.499,13 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.258,26 triliun. Kemudian rata-rata volume transaksi harian bursa menurun 15,04 persen dari 19,366 miliar saham menjadi 16,453 miliar saham.
"Meskipun demikian, rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa mengalami peningkatan sebesar 22,41 persen, yaitu menjadi 1.104.455 transaksi selama sepekan dari 902.268 transaksi pada sepekan sebelumnya," terang Aulia, seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (6/1).
Analis Pasar Modal Oktavianus Audi memprediksi sepekan depan IHSG berpotensi menguat dalam jangka pendek dengan indikator William %R yang digunakan untuk memberikan sinyal beli dan jual saham, menunjukkan IHSG berhasil keluar dari zona jenuh jual pada akhir pekan lalu.
"Terdapat resistance terdekat pada level 6.820 dan support di level 6.600," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (8/1).
Menurutnya, indeks saham pekan ini dipengaruhi oleh penghapusan aturan zero covid di China yang diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi.
Namun di sisi lain, kasus covid yang tidak transparan di China memberikan gambaran yang tidak cukup meyakinkan investor akan ekonomi di negara tersebut. Kondisi perekonomian China disebut akan berpengaruh ke Indonesia.
Selain itu, pergerakan emiten juga akan dipengaruhi normalisasi harga komoditas yang disebabkan meningkatnya sentimen perlambatan ekonomi dan resesi global, seperti minyak mentah yang kembali turun di bawah US$80 per barel.
Rilis data inflasi (Amerika Serikat) AS pada Desember 2022 yang diperkirakan kembali turun dibandingkan bulan sebelumnya ke level 5,7 persen secara konsensus juga akan memengaruhi IHSG pekan ini.
"Ini merupakan sentimen positif karena memberikan gambaran kepada The Fed untuk bisa lebih dovish pada awal 2023 ini," ujar Oktavianus.
Menurutnya, investor dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk spekulasi beli jika terjadi technical rebound dalam jangka pendek dan IHSG berhasil mempertahankan level 6.600 yang menjadi support saat ini.
Beberapa sektor yang ia rekomendasi mencakup sektor konsumer dan sektor bahan baku (basic materials) menjadi sektor defensif di tengah kekhawatiran ekonomi pada tahun ini.
Untuk sektor konsumer, ia merekomendasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk atau INDF yang menguat 1,46 persen ke level 6.950 pada pekan lalu. Ia memprediksi INDF dapat menyentuh level 7.200 pekan ini.
Lalu, ada juga PT Unilever Indonesia Tbk atau UNVR yang ditutup menguat 0,63 persen ke posisi 4.760. Ia memprediksi UNVR akan menyentuh 4.950 pekan ini.
Sedangkan di sektor basic materials, ada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang ditutup menguat 4,46 persen pada pekan lalu ke posisi 820. Oktavianus memprediksi BRPT dapat menyentuh level 890.
Ia juga merekomendasikan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk atau INKP yang ditutup menguat 3,60 persen ke posisi 8.625. Ia memprediksi INKP dapat menyentuh posisi 9.300.
Bersambung ke halaman berikutnya...
IHSG Berpotensi Melemah
Sementara itu, Associate Director PT. Universal Broker Indonesia Sekuritas Hadrian memproyeksikan IHSG akan melemah pada pekan ini. Ia mengatakan IHSG saat ini telah menembus support dan rebound Jumat (6/1) lalu masih belum di atas level support line yang ditembus.
"Area range support IHSG adalah 6.481-6.560. Peluang menguat terbatas apabila menembus resistance high hari Jumat di 6.709, dengan resistance berikutnya di area 6.900," ujarnya.
Sentimen dalam negeri yang akan memengaruhi pergerakan saham yaitu banyaknya saham-saham yang IPO akan membawa peningkatan likuiditas pasar modal dan animo masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Tercatat, ada sekitar 11 emiten akan listing di bulan ini.
Hadrian mengatakan sentimen dari dalam negeri lainnya yaitu adanya pembagian dividen interim saham bigcap yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI sebesar Rp57 per lembar saham dengan nilai Rp8,63 triliun menjadi sentimen pengungkit jangka pendek BBRI bagi investor.
Sementara sentimen luar negeri yang akan memengaruhi IHSG pekan ini yakni penguatan pasar global AS yang merespons data tenaga kerja Non Farm Payroll (NFP) sebesar 223 ribu pada Desember 2022, lebih rendah dari November sebesar 256 ribu.
Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 3,5 persen di Desember 2022, dibanding 3,6 di November 2022.
Hadrian menambahkan dengan data Purchasing Manager's Index (PMI) yang menurun pada Desember 2022 menjadi 49,6 persen dibanding 56,5 persen dari bulan sebelumnya maka kontraksi sektor non manufaktur terjadi.
"Hal ini memberikan sentimen kurang baik bagi pasar modal karena peluang The Fed menaikkan suku bunga menjadi lebih besar dan dapat berdampak pada outflow dana Foreign dari pasar modal Indonesia," ujarnya.
Hal ini didukung data RTI dengan Net Foreign Sell Year To date tahun 2023 sudah mencapai Rp1,69 triliun.
Dalam keadaan seperti itu, ia merekomendasikan sektor basic materials yang sudah memberikan sinyal penguatan dari level support-nya di 1.200. Kemudian sektor energi yang juga memiliki peluang penguatan terbatas karena tingginya harga batu bara dan permintaan tinggi dari China.
Namun perlu dicermati perkembangan kebijakan China untuk pelonggaran larangan impor batu bara dari Australia yang menjadi sentimen negatif seminggu terakhir.
Sejumlah saham yang direkomendasikan Hadrian adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan trading buy area entry 810-820, area target 885-915, dan area support 750-775.
Saham kedua adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dengan speculative buy area entry 6.900-7.000, area target 7.650-8.000, dan area support 6550-6700.
Ia juga merekomendasikan salah satu saham sektor keuangan yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI dengan speculative buy area entry 6.900-7.000, area target 7.650-8.000, dan area support 6.550-6.700.
Indeks harga sahamgabungan (IHSG) ditutup di level 6.684 pada Jumat (6/1). Indeks saham menguat 30,71 poin atau setara 0,46 persen dari perdagangan sebelumnya.
Dalam sepekan terakhir, IHSG menguat tiga kali dan melemah dua kali. Secara akumulatif, perdagangan melemah 2,43 persen. Tercatat, investor asing melakukan jual bersih (net sell) Rp1,69 triliun selama sepekan.
Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Aulia Noviana Utami Putri mengatakan rata-rata nilai transaksi harian bursa menurun 13,46 persen dari Rp10,74 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9,30 triliun.
Kapitalisasi pasar ikut melorot 2,54 persen dari Rp9.499,13 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp9.258,26 triliun. Kemudian rata-rata volume transaksi harian bursa menurun 15,04 persen dari 19,366 miliar saham menjadi 16,453 miliar saham.
"Meskipun demikian, rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa mengalami peningkatan sebesar 22,41 persen, yaitu menjadi 1.104.455 transaksi selama sepekan dari 902.268 transaksi pada sepekan sebelumnya," terang Aulia, seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (6/1).
Analis Pasar Modal Oktavianus Audi memprediksi sepekan depan IHSG berpotensi menguat dalam jangka pendek dengan indikator William %R yang digunakan untuk memberikan sinyal beli dan jual saham, menunjukkan IHSG berhasil keluar dari zona jenuh jual pada akhir pekan lalu.
"Terdapat resistance terdekat pada level 6.820 dan support di level 6.600," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (8/1).
Menurutnya, indeks saham pekan ini dipengaruhi oleh penghapusan aturan zero covid di China yang diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi.
Namun di sisi lain, kasus covid yang tidak transparan di China memberikan gambaran yang tidak cukup meyakinkan investor akan ekonomi di negara tersebut. Kondisi perekonomian China disebut akan berpengaruh ke Indonesia.
Selain itu, pergerakan emiten juga akan dipengaruhi normalisasi harga komoditas yang disebabkan meningkatnya sentimen perlambatan ekonomi dan resesi global, seperti minyak mentah yang kembali turun di bawah US$80 per barel.
Rilis data inflasi (Amerika Serikat) AS pada Desember 2022 yang diperkirakan kembali turun dibandingkan bulan sebelumnya ke level 5,7 persen secara konsensus juga akan memengaruhi IHSG pekan ini.
"Ini merupakan sentimen positif karena memberikan gambaran kepada The Fed untuk bisa lebih dovish pada awal 2023 ini," ujar Oktavianus.
Menurutnya, investor dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk spekulasi beli jika terjadi technical rebound dalam jangka pendek dan IHSG berhasil mempertahankan level 6.600 yang menjadi support saat ini.
Beberapa sektor yang ia rekomendasi mencakup sektor konsumer dan sektor bahan baku (basic materials) menjadi sektor defensif di tengah kekhawatiran ekonomi pada tahun ini.
Untuk sektor konsumer, ia merekomendasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk atau INDF yang menguat 1,46 persen ke level 6.950 pada pekan lalu. Ia memprediksi INDF dapat menyentuh level 7.200 pekan ini.
Lalu, ada juga PT Unilever Indonesia Tbk atau UNVR yang ditutup menguat 0,63 persen ke posisi 4.760. Ia memprediksi UNVR akan menyentuh 4.950 pekan ini.
Sedangkan di sektor basic materials, ada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang ditutup menguat 4,46 persen pada pekan lalu ke posisi 820. Oktavianus memprediksi BRPT dapat menyentuh level 890.
Ia juga merekomendasikan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk atau INKP yang ditutup menguat 3,60 persen ke posisi 8.625. Ia memprediksi INKP dapat menyentuh posisi 9.300.
Bersambung ke halaman berikutnya...
IHSG Berpotensi Melemah
Pengamat merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi menguat pekan ini. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
IHSG Berpotensi Melemah
Sementara itu, Associate Director PT. Universal Broker Indonesia Sekuritas Hadrian memproyeksikan IHSG akan melemah pada pekan ini. Ia mengatakan IHSG saat ini telah menembus support dan rebound Jumat (6/1) lalu masih belum di atas level support line yang ditembus.
"Area range support IHSG adalah 6.481-6.560. Peluang menguat terbatas apabila menembus resistance high hari Jumat di 6.709, dengan resistance berikutnya di area 6.900," ujarnya.
Sentimen dalam negeri yang akan memengaruhi pergerakan saham yaitu banyaknya saham-saham yang IPO akan membawa peningkatan likuiditas pasar modal dan animo masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Tercatat, ada sekitar 11 emiten akan listing di bulan ini.
Hadrian mengatakan sentimen dari dalam negeri lainnya yaitu adanya pembagian dividen interim saham bigcap yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI sebesar Rp57 per lembar saham dengan nilai Rp8,63 triliun menjadi sentimen pengungkit jangka pendek BBRI bagi investor.
Sementara sentimen luar negeri yang akan memengaruhi IHSG pekan ini yakni penguatan pasar global AS yang merespons data tenaga kerja Non Farm Payroll (NFP) sebesar 223 ribu pada Desember 2022, lebih rendah dari November sebesar 256 ribu.
Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 3,5 persen di Desember 2022, dibanding 3,6 di November 2022.
Hadrian menambahkan dengan data Purchasing Manager's Index (PMI) yang menurun pada Desember 2022 menjadi 49,6 persen dibanding 56,5 persen dari bulan sebelumnya maka kontraksi sektor non manufaktur terjadi.
"Hal ini memberikan sentimen kurang baik bagi pasar modal karena peluang The Fed menaikkan suku bunga menjadi lebih besar dan dapat berdampak pada outflow dana Foreign dari pasar modal Indonesia," ujarnya.
Hal ini didukung data RTI dengan Net Foreign Sell Year To date tahun 2023 sudah mencapai Rp1,69 triliun.
Dalam keadaan seperti itu, ia merekomendasikan sektor basic materials yang sudah memberikan sinyal penguatan dari level support-nya di 1.200. Kemudian sektor energi yang juga memiliki peluang penguatan terbatas karena tingginya harga batu bara dan permintaan tinggi dari China.
Namun perlu dicermati perkembangan kebijakan China untuk pelonggaran larangan impor batu bara dari Australia yang menjadi sentimen negatif seminggu terakhir.
Sejumlah saham yang direkomendasikan Hadrian adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan trading buy area entry 810-820, area target 885-915, dan area support 750-775.
Saham kedua adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dengan speculative buy area entry 6.900-7.000, area target 7.650-8.000, dan area support 6550-6700.
Ia juga merekomendasikan salah satu saham sektor keuangan yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI dengan speculative buy area entry 6.900-7.000, area target 7.650-8.000, dan area support 6.550-6.700.