Krisis Energi, Afrika Selatan Padamkan Listrik 12 Jam Sehari

tim | CNN Indonesia
Kamis, 19 Jan 2023 12:33 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa terpaksa membatalkan perjalanannya ke Davos, karena masalah krisis energi yang berdampak pada pemadaman bergilir. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa terpaksa membatalkan perjalanannya ke Davos, karena masalah krisis energi yang berdampak pada pemadaman bergilir. Ilustrasi. (REUTERS/DINUKA LIYANAWATTE).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa terpaksa membatalkan perjalanannya ke Davos pekan ini, karena masalah krisis energi yang berdampak pada pemadaman listrik bergilir di negara tersebut. 

Dalam akun Twitternya, Vincent Magwenya selaku juru bicara mengatakan Ramaphosa mengganti perjalanannya ke Forum Ekonomi Dunia di Swiss untuk pertemuan darurat tentang krisis energi yang sedang berlangsung.

Afrika Selatan mengalami krisis energi yang berimbas pada pemadaman listrik mencapai 12 jam sehari.

Dilansir dari CNN Business, Kamis (19/1), pemadam itu dipicu oleh pembangkit listrik tenaga batu bara tua yang rusak. Selain itu, negara tersebut juga tidak memiliki dana untuk membeli solar demi menghidupkan generator darurat.

Warga Afrika Selatan telah mengalami pemadaman listrik selama bertahun-tahun. Namun, rekor terburuk terjadi pada 2022 dengan 205 hari pemadaman listrik bergilir.

Sepanjang tahun ini, pemadaman terjadi setiap hari. Situasi kembali memburuk pekan lalu ketika BUMN listrik negara itu, Eskom, mengatakan akan menerapkan lebih banyak pemotongan karena kerusakan di 11 unit pembangkit berbahan bakar batu bara.

Load Shedding atau pelepasan beban dinaikkan ke level 6 persen. Hal ini memerlukan penghapusan daya senilai 6.000 megawatt (MW) dari jaringan untuk menyeimbangkan kembali permintaan dan pasokan.

Hal ini dapat mengakibatkan pemadaman selama 4,5 jam sekaligus dan total 12 jam sehari untuk rumah tangga dan bisnis.

Peningkatan pemadaman terjadi pada Selasa (17/1) lalu. Meski demikian, Eskom mengingatkan pemadaman listrik dapat meningkat lagi dalam waktu singkat.

"Karena armada pembangkit listrik tenaga batubara yang tidak dapat diandalkan," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(mrh/dzu)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER