Pemerintah 'Kantongi' Rp14,15 T dari Lelang Sukuk Negara

tim | CNN Indonesia
Rabu, 25 Jan 2023 12:55 WIB
Pemerintah meraup dana Rp14,15 triliun dari lelang sukuk negara atau SBSN pada Selasa (24/1) dengan penawaran senilai Rp28,55 triliun. Pemerintah meraup dana Rp14,15 triliun dari lelang sukuk negara atau SBSN pada Selasa (24/1) dengan penawaran senilai Rp28,55 triliun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah meraup dana Rp14,15 triliun dari lelang sukuk negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (24/1) dengan penawaran senilai Rp28,55 triliun.

Mengutip Antara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan melaporkan ada enam seri sukuk negara yang dilelang melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI).

Keenam seri tersebut yakni, pertama, SPNS11072023 yang menyerap dana Rp500 miliar dari penawaran masuk Rp5,89 triliun dengan imbal hasil atau yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5 persen.

Seri kedua adalah dari PBS036 yang diraup dana senilai Rp3,15 triliun dari penawaran masuk tertinggi dalam lelang yaitu Rp8,67 triliun, dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,27 persen.

Selanjutnya seri ketiga yaitu PBS003 dengan dana yang diserap sebesar Rp3,85 triliun dari penawaran masuk Rp4,94 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan dari seri ini adalah sebesar 6,38 persen.

Dari seri PBSG001, diraup dana terbesar yakni Rp3,95 triliun dari penawaran masuk Rp4,19 triliun, dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,51 persen.

Kemudian dari lelang PBS037, dimenangkan dana sebesar Rp1,8 triliun dari penawaran masuk Rp3,58 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan dari seri ini adalah sebesar 7,12 persen.

Terakhir, dari seri PBS033 diraup dana Rp900 miliar dari penawaran masuk Rp1,27 triliun, dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan 7,31 persen.

[Gambas:Video CNN]



(dzu/sfr)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER