Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.896 pada Jumat (17/2). Indeks menguat tipis sebesar 0,05 poin atau 0,00 persen dari perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data dari RTI tercatat, dalam sepekan lalu Asing melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp1,1 triliun. Ini terjadi merata di seluruh sektor perdagangan.
Adapun rata-rata transaksi pada pekan ketiga Februari kemarin sebesar Rp9,118 triliun. Nilai ini lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp9,78 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pekan ini, Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi melihat pergerakan IHSG bakal cenderung melemah dengan rentang pergerakan diperkirakan berada di antara level 6.816-6.951.
Menurutnya, pergerakan IHSG ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen baik dari dalam maupun luar negeri. Pertama, rilis data neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal empat 2022 yang diperkirakan surplus US$3,5 miliar.
"Ini merupakan sentimen positif karena akan meningkatkan cadangan devisa dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Audi kepada CNNIndonesia.com.
Kedua, kebijakan The Fed dikhawatirkan kembali hawkish pada Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pekan depan. Kondisi ini cenderung akan direspons negatif oleh pelaku pasar karena peluang kenaikan suku bunga yang masih akan terbuka.
Apalagi, pada pekan lalu pejabat The Fed melihat bahwa tindakan bank sentral belum memiliki dampak signifikan dan meyakini masih memiliki ruang kenaikan suku bunga hingga level 5-5,5 persen.
Hal tersebut memberikan ketidakpastian untuk investor yang tercermin dari spread US treasury berada di level -0,78 persen. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan pada 1998 dan 2008.
Kondisi inilah yang diperkirakan bakal berlanjut di pekan keempat Februari ini. Sebab, bila AS kembali menaikkan suku bunga akan memberikan tekanan kepada nilai tukar rupiah.
Ketiga, sentimen lain yang bakal mempengaruhi pergerakan IHSG adalah harga komoditas energi yang diperkirakan tertekan oleh kekhawatiran akan potensi penurunan permintaan akibat ancaman resesi di AS makin nyata.
"Selain itu kami melihat ketidakpastian ekonomi AS yang meningkat, serta FOMC pada pekan ini akan mempengaruhi pergerakan pasar dengan cenderung meningkatkan tekanan," jelasnya.
Meski demikian, Audi menilai masih ada sektor yang bisa dipertimbangkan untuk dikoleksi oleh investor. Setidaknya ada dua, yakni konsumer dan kesehatan karena bisa menjadi saham defensif di saat ketidakpastian ekonomi meningkat.
Pekan ini, Audi merekomendasikan empat saham pilihan yang bisa dipilih oleh investor. Rinciannya adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) (speculative buy) di rentang Rp6.400-Rp7.000, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) (speculative buy) di rentang Rp5.600-Rp6.350.
Lalu, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) (trading buy) di rentang Rp2.030-Rp2.350, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (trading buy) di rentang Rp4.600-Rp5.050.
Senada, pelatih investasi saham dan derivatif sekaligus CEO Akela Trading System Hary Suwanda juga melihat pergerakan IHSG sepanjang pekan ini bakal masih tertekan. Apalagi, pada pekan lalu belum berhasil menembus level resistance.
"Secara teknikal IHSG nampak belum berhasil menembus resistance 6961.74, sehingga selama itu belum berhasil ditembus maka IHSG cenderung terkoreksi kembali. Level support di 6.803," kata Hary.
Hary melihat sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG pekan ini bakal berasal dari global. Utamanya, kebijakan The Fed yang diperkirakan bakal kembali hawkish.
Hal ini tercermin dari angka producers price index (PPI) AS yang tercatat naik 0,7 persen. Realisasi ini lebih tinggi dari konsensus yang sebesar 0,4 persen.
"Ini mengkonfirmasi pendapat sejumlah pejabat The Fed yang melihat bahwa inflasi di Amerika masih membandel. Kendatipun memang nampak adanya penurunan bilamana dibandingkan titik tertingginya di 2022," imbuhnya.
Sedangkan, sentimen dari dalam negeri dinilai cukup stabil. Hal ini ditandai dengan keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen pada Februari ini.
Keputusan BI ini sejalan dengan inflasi Indonesia yang lebih terkendali dibandingkan negara lain. Inflasi sepanjang 2022 tercatat di angka 5,5 persen atau lebih rendah dari perkiraan sekitar 6 persen.
Dengan kondisi ini, Hary melihat dua saham bisa dipilih oleh investor yakni Indosat (ISAT) dengan target harga di Rp6.975 dan stop lost Rp6.275 dan Merdeka Copper Gold (MDKA) dengan target harga Rp4.950 dan stop lost Rp4.630.
Bersambung ke laman berikutnya...
Peluang Konsolidasi
Analis merekomendasikan sejumlah saham yang bisa menjadi pilihan pekan ini beberapa di antaranya ada di sektor kesehatan dan transportasi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Sementara, Associate Director PT Universal Broker Indonesia Sekuritas Hadrian Maynard Taslim melihat IHSG pekan ini cenderung bergerak konsolidasi dengan rentang di level 6.803-6.962.
Dari dalam negeri, IHSG akan dipengaruhi oleh sentimen positif dari data inflasi yang melandai, surplus neraca dagang yang masih berlanjut, serta keputusan BI untuk menahan suku bunga acuan sesuai harapan pasar.
Pada Rapat Dewan Gubernur Februari ini, BI memang memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada level 5,75 persen. Sehingga, suku bunga Deposit Facility tetap pada level 5,00 persen, dan suku bunga Lending Facility ada di 6,50 persen.
Sedangkan, sentimen dari global berasal dari meningkatnya kekhawatiran pasar mengenai kebijakan agresif bank sentral AS.
"Pekan depan AS akan menyuguhkan data penting mulai dari PMI, data penjualan rumah, hingga risalah FOMC untuk menentukan arah kebijakan The Fed," kata Hadrian.
Dengan sentimen positif dan negatif tersebut, Hardian menyarankan agar investor perlu mencermati pergerakan saham-saham yang bergerak uptrend dan menghindari saham-saham yang telah menembus level support-nya.
"Investor juga saat ini perlu menghadapi situasi wait and see sembari menunggu momentum saham-saham breakout level resistance nya," imbuhnya.
[Gambas:Photo CNN]
Hadrian mengatakan untuk pekan ini sektor saham yang bisa dikoleksi oleh investor adalah infrastruktur, kesehatan, dan transportasi. Sedangkan, sektor yang perlu dilihat secara cermat adalah keuangan dan teknologi karena dalam fase konsolidasi wait and see.
Berikut saham yang direkomendasikan oleh Hadrian adalah:
- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
Breakout resistance Rp8.300
Speculative Buy dengan entry area Rp8.300-Rp8.375
Target: Rp8.850-Rp8.900
Support: Rp8.175-Rp8.200
- PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
Buy on Weakness entry area Rp525-Rp530
Target: Rp580-Rp610
Support: Rp478-Rp496
- PT Indosat Tbk (ISAT)
Speculative buy area Rp6.275-Rp6.425
Target: Rp6.775-6.975
Support: Rp6.050-Rp6.100
[Gambas:Video CNN]