Jakarta, CNN Indonesia -- Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, selalu menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin membeli pakaian baru menjelang Lebaran.
Pasar yang berada di pusat Ibu Kota ini memang termasyhur sebagai pusat penjualan produk tekstil. Tak heran, pembeli dari negeri jiran pun kerap berbelanja ke tempat tersebut.
Keriuhan Pasar Tanah Abang sempat padam kala pandemi covid-19 menghantam pada 2020 hingga 2021 lalu. Memasuki 2022, kegiatan ekonomi di pasar ini mulai berdenyut lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, denyutnya itu belum berdetak kencang. Sejumlah pedagang mengklaim sepekan menjelang Idulfitri tahun ini pembeli terbilang sepi.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Senin (17/4) siang, Pasar Tanah Abang Blok A cukup ramai. Hanya saja, keramaian tampak berada di kios-kios yang berada di dekat pintu masuk saja.
Di area ini, para pedagang memanggil-manggil setiap mereka yang lewat. "Dilihat-lihat dulu, boleh,", "Cari apa bu?", "Boleh mampir ada diskon,". Seruan-seruan ini terlontar dari mulut pedagang satu dan pedagang lainnya.
Tak ada desak-desakan yang membuat susah untuk berjalan.
Kios yang menjual pakaian muslim pria dan wanita serta peralatan ibadah menjadi yang paling digandrungi pembeli.
Ketika beralih ke area belakang, suasana sepi. Tak sedikit sejumlah pedagang yang menganggur. Mereka hanya menonton video atau melakukan video call untuk mengisi waktu kosong.
Toriq (23), salah seorang penjual pakaian koko mengeluhkan pengunjung tahun ini tak seramai tahun lalu.
"Kalau menurut saya, kalau sebelum covid ramainya 90 persen, pas corona 75, ini kayaknya 60 persen saja," ucapnya.
Tak ayal, Toriq mengaku omzetnya turun hingga separuh dibandingkan saat pandemi masih melanda. Ia menyebut pada 2021-2022 lalu, menjelang Lebaran pendapatannya bisa mencapai Rp20 juta per hari. Namun, tahun ini, untuk mendapatkan Rp10 juta saja ia harus berusaha keras.
Ia menduga sepinya pembeli tahun ini tak lepas dari daya beli yang menurun. Menurutnya, saat pandemi kegiatan persekolahan pun dilaksanakan secara online, sehingga pengeluaran masyarakat berkurang.
Sementara, saat ini sekolah sudah normal. Mau tidak mau pengeluaran untuk belanja pun berkurang. Apalagi, kata dia, banyak masyarakat yang menganggur.
"Menurut saya bentrok sama sekolah, kan kalau pas corona kemarin sekolah gak ada, biaya juga gak terlalu banyak jadi yang belanja juga tinggi," jelasnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Omzet Pedagang Turun
Sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengaku pengunjung pada musim Lebaran tahun ini tak seramai tahun-tahun sebelumnya. (CNN Indonesia/Mochammad Ryan).
Setali tiga uang, penjual di Pasar Tanah Abang bernama Sari (40) juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku suasana menjelang Lebaran tahun ini tak seramai tahun lalu.
Berbeda dengan Tariq, Sari menilai penurunan penjualan terjadi karena persaingan dengan belanja online. Oleh karena itu, ia harus pasrah dengan omzet yang menurun.
"Kadang-kadang kan kami waktu itu (2021-2022) omzetnya bisa Rp30 juta hingga Rp40 juta per hari. Sekarang cuma Rp20 juga, kadang mentok di Rp9 juta," tutur Sari yang sehari-hari menjual pakaian muslim wanita.
Meski begitu, ia tak mau tinggal diam. Untuk meningkatkan penjualan dan menarik pembeli, Sari terus berinovasi untuk membuat model pakaian yang unik.
Berbeda dengan Toriq dan Sari, Indra (42) mengaku penjualan tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Pria yang menjual pakaian anak ini mengaku omzetnya meningkat.
"Omzet meningkat paling 20 persen. Per hari bisa dapat Rp50 juta hingga Rp60 juta. Kalau dulu cuma Rp20 juta hingga Rp30 juta," katanya.
Indra pun menjelaskan mengapa hari ini pembeli tak begitu ramai. Menurutnya, para pembeli sudah libur dan mulai pulang kampung.
Pria yang berdagang sejak 2010 itu pun mengklaim keramaian terjadi di Pasar Tanah Abang pada pekan lalu.
Sementara itu, sejumlah pembeli yang datang ke Pasar Tanah Abang mengaku tahun ini masih ramai-ramai saja.
Yani (47) pengunjung asal Jakarta mengatakan suasana masih cukup ramai. Namun, ia juga mengamini kalau tahun ini tidak berdesak-desakan saat berbelanja.
Ia pun bersyukur tahun ini aturan masuk pasar tak seketat tahun lalu. "Sekarang ramai, tahun lalu kan masih covid, jadi lebih tertib harus pakai masker dan protokol kesehatan," katanya.
[Gambas:Photo CNN]
Yani menuturkan alokasi belanja tahun ini lebih besar dari tahun lalu. Pasalnya, ia telah mendapat tunjangan hari raya (THR).
Pembeli lainnya bernama Shinta juga mengatakan hal yang sama. Ia menilai Pasar Tanah Abang masih cukup ramai.
"Lumayan ramai, tahun lalu belanja juga ke sini," ucapnya.
Kendati demikian, Yani mengeluhkan harga-harga yang lebih mahal pada tahun ini. Apalagi, ia belum menerima THR.
"THR belum turun, tapi belanja dulu. Harga-harga agak naik," katanya.
[Gambas:Video CNN]