Menguji Goyangan Kereta Cepat yang Diklaim Luhut Bagus dan Tak Berisik
tim | CNN Indonesia
Senin, 26 Jun 2023 07:36 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Cepat, tidak bising dan minim goyangan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Benar kata Luhut, dalam kecepatan tinggi suasana dalam gerbong malah makin nyaman, tidak berisik dan goyangannya sangat minim. Namun, saat kereta melesat ini kuping terasa cukup pengang bagi sebagian orang meksi tidak parah. Sebagian penumpang lain bahkan tak merasakannya.
Untuk mengetes kemulusan laju kereta cepat, CNNIndonesia.com pun mencoba menegakkan koin Rp500 di atas meja. Dalam kecepatan 320 km per jam, koin itu kuat berdiri.
Namun kala kereta memasuki terowongan, suasana dalam gerbong bergemuruh. Meski begitu, hal ini tidak membuat kereta bergoyang. Peristiwa itu hanya menimbulkan bunyi saja. Ketika keluar dari terowongan, suara itu pun hilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung, ketika menjajal uji coba ini cuaca sedang cerah. Alhasil, awak media pun dimanjakan dengan pemandangan berupa perbukitan hingga pedesaan yang cantik.
Di beberapa wilayah, rel kereta cepat tampak berdampingan dengan rel kereta api konvensional Jakarta-Bandung. KCJB pun menyalip kereta konvensional di jalur sebelah dengan mudah.
Pada pukul 14.26 kereta cepat sudah memasuki Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Artinya, jarak antara Bekasi Timur menuju Padalarang hanya ditempuh dalam 26 menit saja.
Namun, dalam kesempatan ini KCJB tidak berhenti di Stasiun Padalarang. Kereta melewati stasiun tersebut dengan mantap menuju Stasiun Tegalluar.
KCJB sendiri dalam operasionalnya akan melewati empat stasiun, yakni Stasiun Halim (Jakarta), Stasiun Karawang (Karawang), Stasiun Padalarang (Kabupaten Bandung Barat), dan Stasiun Tegalluar (Kabupaten Bandung).
Selang 17 menit setelah melewati Stasiun Padalarang tadi, KCJB sudah berhenti di Stasiun Tegalluar. Tepatnya, pada pukul 14.43 WIB kereta cepat sudah sampai tujuan.
Jika dihitung, dari Bekasi Timur menuju Stasiun Tegalluar, tanpa berhenti di stasiun lain, penumpang KCJB hanya membutuhkan waktu 43 menit.
Arya Sinulingga pun mengamini kenyamanan kereta cepat. Menurutnya, saat naik armada ini tidak ada kebisingan.
"Karena enggak ada sambungan relnya, jadi enggak kerasa (bising)," ucapnya.
Ia menuturkan kelak penumpang yang akan menuju Kota Bandung bisa berhenti di Stasiun Padalarang saja. Dari stasiun tersebut penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan KA pengumpan (feeder), yang nantinya bisa berhenti di Stasiun Cimahi dan Stasiun Bandung.
"Feeder dari Padalarang, keretanya juga nyaman, dari Padalarang. Jadi total hanya butuh 45 menit (dari Jakarta) sudah sampai Kota Bandung. Jadi kalau kita jalan dan sebagainya, satu jam kita sampai di Bandung totalnya. Oke lah," ucap Arya.
Meski sudah nyaman, Menhub Budi menyebut izin operasional KCJB baru akan terbit paling lambat 1 Oktober 2023. Pihaknya masih harus bekerja sama dengan Prancis untuk melakukan pengamatan terhadap kesiapan kereta cepat tersebut.
Budi merinci tiga aspek keselamatan yang perlu ditinjau dari KCJB, yakni keselamatan dan sound barrier atau pencegahan kebisingan.
Sembari menunggu izin operasional terbit dari Kemenhub, Luhut mengatakan pemerintah akan menggratiskan uji coba kereta cepat hingga Oktober 2023. Namun, uji coba cuma-cuma ini dibatasi untuk mereka yang tinggal di sekitar rel kereta cepat.
"Jadi tadi Presiden (Joko Widodo) sudah kasih instruksi bahwa kami berikan rakyat kita sepanjang rel kereta api ini untuk mencoba secara gratis dan itu kami harapkan Juli sudah bisa dilakukan," tutup Luhut.
(mrh/pta)
Jakarta, CNN Indonesia --
Uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) getol dilakukan dalam beberapa waktu belakangan. Maklum, pemerintah menargetkan proyek yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) itu bisa diluncurkan pada Agustus 2023 mendatang.
Pada Kamis (22/6) kemarin, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan pun sempat menjajal kereta tersebut dengan kecepatan 350 kilometer (km) per jam. Ini merupakan kecepatan maksimal dalam operasionalnya kelak.
Luhut yang ditemani Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, berangkat dari Stasiun KCJB Halim menuju Stasiun Tegalluar di Kabupaten Bandung. Usai mencoba, Luhut memberikan testimoninya. Ia mengklaim KCJB cukup nyaman.
"Betapa nyamannya naik kereta api ini. Karena menurut saya, tingkat suara, kekedapan suara, dan kemudian tadi goyangannya dan sebagainya itu betul-betul tadi sangat bagus," jelasnya dalam konferensi pers di Stasiun KCJB Halim, Jakarta Timur.
Saking mulusnya, Luhut mengklaim dirinya bisa rapat di dalam kereta karena suasana dalam kereta tidak berisik. Menurutnya, hal itu adalah loncatan teknologi bagi Indonesia.
CNNIndonesia.com bersama wartawan lain berkesempatan menjajal uji coba KCJB pada Minggu (25/6) siang, menguji testimoni Luhut, didampingi oleh Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga dan beberapa staf dari PT KCIC.
Berbeda dengan Luhut yang naik dari Stasiun Halim, awak media naik kereta kilat itu dari DK13 Batching Plant Tangga Darurat, Bekasi Timur menuju Stasiun Tegalluar. DK13 Batching Plant berjarak sekitar 14 km ke arah timur Stasiun Halim.
Rombongan pun menaiki kereta comprehensive inspection train (CIT) atau kereta inspeksi. Dalam uji coba ini ada yang berbeda, yakni CIT yang ditumpangi itu disambungkan dengan kereta electric multiple unit (EMU) atau kereta penumpang. Dengan dua trainset yang bergandengan ini, total ada 16 gerbong yang terangkai. Setiap trainset memiliki 8 gerbong.
Penanggung Jawab NERC (Konsultan Pengujian KCJB) Chen Dongsheng mengatakan penyatuan dua kereta ini dilakukan jika kelak ada lonjakan penumpang, khususnya saat hari raya. Adapun uji coba ini untuk memastikan semua gerbong kedua kereta bisa berjalan dengan baik.
"Harapannya dua kereta ini bisa berjalan bersama untuk memastikan jalur kita bisa menghadapi kondisi bagaimanapun," ucap Dongsheng.
Isi gerbong CIT berbeda dengan EMU, yang semua memuat bangku penumpang. Sebagaimana fungsinya, CIT berisi berbagai macam fasilitas, seperti ruang kontrol, ruang rapat, hingga ruang tunggu berisi sofa dan meja.
Selain itu, ada juga gerbong berisi bangku dari busa empuk bermotif batik mega mendung dan di antaranya terdapat meja kayu. Sekilas, gerbong ini tak ubahnya interior cafe minimalis.
Meski sinar mata hari di Bekasi Timur tidak bisa diajak kompromi, ketika masuk gerbong KCJB rasa gerah pun hilang karena sejuknya pendingin udara.
Tepat pukul 14.00 WIB, kereta pun melaju. Ketika tancap gas, proses ini bisa dibilang mulus. Tidak membuat penumpang kaget. Kalau ada penumpang sedang asik beraktivitas, misalnya, mungkin mereka tidak akan sadar kalau keretanya sudah bergerak.
Dengan pasti, kecepatan kereta terus meningkat. Setelah delapan menit berjalan, KCJB sudah melaju dengan kecepatan 290 km per jam. Susana di dalam gerbong masih cukup tenang. Tidak ada guncangan layaknya kereta konvensional saat melibas rel.
Sesaat kemudian, running text yang berada di dalam gerbong menunjukkan kereta sedang melesat dengan kecepatan 320 km per jam. Bahkan, melesat hingga 322 km per jam.
Lanjut ke halaman sebelah...
Cepat, tidak bising dan minim goyangan
Cepat, tidak bising dan minim goyangan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Benar kata Luhut, dalam kecepatan tinggi suasana dalam gerbong malah makin nyaman, tidak berisik dan goyangannya sangat minim. Namun, saat kereta melesat ini kuping terasa cukup pengang bagi sebagian orang meksi tidak parah. Sebagian penumpang lain bahkan tak merasakannya.
Untuk mengetes kemulusan laju kereta cepat, CNNIndonesia.com pun mencoba menegakkan koin Rp500 di atas meja. Dalam kecepatan 320 km per jam, koin itu kuat berdiri.
Namun kala kereta memasuki terowongan, suasana dalam gerbong bergemuruh. Meski begitu, hal ini tidak membuat kereta bergoyang. Peristiwa itu hanya menimbulkan bunyi saja. Ketika keluar dari terowongan, suara itu pun hilang.
Beruntung, ketika menjajal uji coba ini cuaca sedang cerah. Alhasil, awak media pun dimanjakan dengan pemandangan berupa perbukitan hingga pedesaan yang cantik.
Di beberapa wilayah, rel kereta cepat tampak berdampingan dengan rel kereta api konvensional Jakarta-Bandung. KCJB pun menyalip kereta konvensional di jalur sebelah dengan mudah.
Pada pukul 14.26 kereta cepat sudah memasuki Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Artinya, jarak antara Bekasi Timur menuju Padalarang hanya ditempuh dalam 26 menit saja.
Namun, dalam kesempatan ini KCJB tidak berhenti di Stasiun Padalarang. Kereta melewati stasiun tersebut dengan mantap menuju Stasiun Tegalluar.
KCJB sendiri dalam operasionalnya akan melewati empat stasiun, yakni Stasiun Halim (Jakarta), Stasiun Karawang (Karawang), Stasiun Padalarang (Kabupaten Bandung Barat), dan Stasiun Tegalluar (Kabupaten Bandung).
Selang 17 menit setelah melewati Stasiun Padalarang tadi, KCJB sudah berhenti di Stasiun Tegalluar. Tepatnya, pada pukul 14.43 WIB kereta cepat sudah sampai tujuan.
Jika dihitung, dari Bekasi Timur menuju Stasiun Tegalluar, tanpa berhenti di stasiun lain, penumpang KCJB hanya membutuhkan waktu 43 menit.
Arya Sinulingga pun mengamini kenyamanan kereta cepat. Menurutnya, saat naik armada ini tidak ada kebisingan.
"Karena enggak ada sambungan relnya, jadi enggak kerasa (bising)," ucapnya.
Ia menuturkan kelak penumpang yang akan menuju Kota Bandung bisa berhenti di Stasiun Padalarang saja. Dari stasiun tersebut penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan KA pengumpan (feeder), yang nantinya bisa berhenti di Stasiun Cimahi dan Stasiun Bandung.
"Feeder dari Padalarang, keretanya juga nyaman, dari Padalarang. Jadi total hanya butuh 45 menit (dari Jakarta) sudah sampai Kota Bandung. Jadi kalau kita jalan dan sebagainya, satu jam kita sampai di Bandung totalnya. Oke lah," ucap Arya.
Meski sudah nyaman, Menhub Budi menyebut izin operasional KCJB baru akan terbit paling lambat 1 Oktober 2023. Pihaknya masih harus bekerja sama dengan Prancis untuk melakukan pengamatan terhadap kesiapan kereta cepat tersebut.
Budi merinci tiga aspek keselamatan yang perlu ditinjau dari KCJB, yakni keselamatan dan sound barrier atau pencegahan kebisingan.
Sembari menunggu izin operasional terbit dari Kemenhub, Luhut mengatakan pemerintah akan menggratiskan uji coba kereta cepat hingga Oktober 2023. Namun, uji coba cuma-cuma ini dibatasi untuk mereka yang tinggal di sekitar rel kereta cepat.
"Jadi tadi Presiden (Joko Widodo) sudah kasih instruksi bahwa kami berikan rakyat kita sepanjang rel kereta api ini untuk mencoba secara gratis dan itu kami harapkan Juli sudah bisa dilakukan," tutup Luhut.