RI Ingin Swasembada Bawang Putih, Berapa Impornya 5 Tahun Terakhir?
Pemerintah memasukkan bawang putih ke dalam peta jalan swasembada nasional hingga 2029.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian pangan melalui peningkatan produksi dalam negeri, pengurangan impor, serta peningkatan kesejahteraan petani.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan bawang putih menjadi salah satu komoditas prioritas dalam roadmap swasembada nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menanggapi keterangan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih pada 1995, namun produksi terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Sudaryono, kebutuhan bawang putih nasional sebenarnya tidak terlalu besar dan dapat dipenuhi dengan penanaman sekitar 100 ribu hektare, selama didukung bibit unggul dan lokasi tanam yang sesuai.
Pemerintah saat ini memulai tahap awal melalui penguatan pembibitan, termasuk pengembangan sentra benih hortikultura di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara.
Lantas, seperti apa perkembangan impor bawang putih RI dalam beberapa tahun terakhir?
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor bawang putih Indonesia selama lima tahun terakhir cenderung menurun jika dilihat dari berat bersih (ton).
Pada 2021, impor bawang putih tercatat sebesar 602.745 ton. Volume tersebut turun pada 2022 menjadi 566.175 ton atau menyusut sekitar 6,07 persen secara tahunan.
Penurunan impor berlanjut pada 2023 dengan volume 564.027 ton, turun 0,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, impor kembali menyusut menjadi 555.886 ton atau turun 1,44 persen secara tahunan.
Tren penurunan paling tajam terjadi pada 2025, ketika impor bawang putih turun signifikan menjadi 450.339 ton atau merosot sekitar 18,99 persen dibandingkan 2024.
Berdasarkan negara asal, impor bawang putih Indonesia sepanjang 2021-2025 sangat didominasi oleh China. Dari total impor kumulatif sekitar 2,74 juta ton, sebanyak 2,739 juta ton berasal dari China.
Sementara kontribusi negara lain relatif sangat kecil, antara lain India sekitar 58 ton, Malaysia 63 kilogram (kg), Singapura 34 kg, Thailand 15 kg, Australia 27 kg, Mesir 2 kg, dan Amerika Serikat 1 kg.
Dari sisi nilai, data BPS menunjukkan impor bawang putih Indonesia berfluktuasi dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, nilai impor tercatat sebesar US$665,54 juta, lalu turun 10,18 persen pada 2022 menjadi US$597,80 juta.
Nilai impor kembali meningkat pada 2023 menjadi US$648,48 juta, dan berlanjut naik pada 2024 hingga US$747,81 juta. Namun, pada 2025, nilai impor bawang putih turun tajam menjadi US$496,43 juta atau merosot sekitar 33,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(del/agt)