Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 37,46 poin atau 0,55 persen ke level 6.788 pada Jumat (3/11) silam.
Investor melakukan transaksi sebesar Rp9,26 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,73 miliar saham.
Pj.S. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan rata-rata nilai transaksi meningkat sebesar 21,04 persen pada pekan ini dari Rp9,05 triliun menjadi Rp10,95 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenaikan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa selama sepekan, yakni sebesar 34,04 persen dari 17 miliar lembar saham menjadi 22,84 miliar lembar saham. Rata-rata frekuensi transaksi harian pun turut mengalami kenaikan sebesar 5,5 persen dari 1.192.431 menjadi 1.258.036 kali transaksi.
"Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp309,60 miliar, dan sepanjang tahun 2023 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp14,14 triliun," kata Kautsar seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (3/11).
Pengamat Pasar Modal PT Dinamika Gelora Satya Oktavianus Audi memproyeksi indeks saham bergerak mixed pada pekan ini. IHSG diprediksi bergerak di rentang support 6.630 dan resistance 6.930.
Untuk sentimen dalam negeri, Oktavianus melihat pasar akan merespons positif rilis data PDB kuartal III yang diperkirakan secara konsensus tumbuh 5,05 persen.
"Meski melambat dibandingkan kuartal II tetapi masih dalam ekspansi dan target pertumbuhan BI 4,5 persen-5,3 persen," katanya kepada CNNIndonesia.com.
Lalu, rilis data indeks keyakinan konsumen Oktober 2023 yang diperkirakan tetap optimisme terhadap situasi ekonomi. Ini akan menjadi sentimen positif bagi indeks.
Sementara untuk sentimen dari luar negeri, ia melihat indeks akan dipengaruhi oleh pidato Ketua The Fed Jerome Powell pasca rilis data tenaga kerja AS yang mulai melemah dengan meningkatnya pengangguran ke level 3,9 persen.
"Ini akan membuat sikap dovish dan memberikan sentimen positif untuk pasar meski tidak secara cepat membuat Fed menurunkan suku bunga acuannya," katanya.
Dengan sentimen di atas, Oktavianus menyarankan investor untuk kembali berhati-hati. Jika pekan ini IHSG gagal bergerak ke atas MA200 atau di level 6.820 maka potensi koreksi kembali terbuka.
Adapun sektor yang dapat diperhatikan adalah sektor properti karena sentimen dari kebijakan penghapusan 100 persen PPN hingga akhir 2023. Lalu sektor infrastruktur karena pergerakan teknikal yang potensial.
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi.
Pertama, saham PT Alam Sutera Realty Tbk atau ASRI yang ditutup menguat 3,07 persen ke posisi 168 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi ASRI dapat menyentuh level 182 pada pekan ini.
Kedua, saham PT Surya Semesta Internusa Tbk atau SSIA yang menguat 3,38 persen ke posisi 428 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi SSIA dapat menyentuh posisi 476 pekan ini.
Ketiga, Oktavianus merekomendasikan saham PT Bank Aladian Syariah Tbk atau BANK yang ditutup menguat 6,83 persen ke posisi 1.095 pekan lalu.
Ia memproyeksi saham itu dapat menyentuh posisi 1.220 pekan ini.
Bersambung ke halaman sebelah...
IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas
IHSG diproyeksi bergerak terbatas. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Sementara itu, Praktisi Pasar Modal Hendra Wardana memperkirakan IHSG sepanjang pekan ini bergerak menguat terbatas dalam sepekan ke depan. Ia memprediksi indeks saham menguat terbatas di rentang support 6.705 dan resisten 6.850.
Herditya memperkirakan indeks dipengaruhi sejumlah sentimen global maupun domestik. Dari global, rilis data suku bunga AS yang mendorong kembali para investor berinvestasi pada instrumen saham. Dengan didukung oleh optimisme pelaku pasar, diharapkan investor asing menempatkan modalnya pada emerging country yang memiliki suku bunga tinggi dibandingkan negara maju.
Sentimen selanjutnya, harga komoditas yang masih belum dapat diprediksi keberlanjutannya di tengah-tengah konflik Israel dan Hamas.
"Ditambah lagi, negara sekutu Israel adalah Amerika, dan China serta Korea Utara yang pro Palestina sama-sama sedang melakukan dukungan terhadap kedua negara tersebut yang menjadikan konflik ini semakin memanas dan dikhawatirkan dapat menyebabkan harga komoditas yang volatil pada minggu depan," katanya.
[Gambas:Photo CNN]
Sementara sentimen domestik, ia melihat investor asing mulai melirik kembali pasar modal Indonesia yang mulai menguat setelah beberapa minggu lalu mengalami tren penurunan dalam jangka menengah. Hal ini karena para investor mulai melakukan readjustment portofolionya untuk diinvestasikan pada instrumen saham di negara berkembang yang memiliki nilai saham lebih murah.
Hendra pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten yang ia rekomendasikan, yakni swing saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk atau TBIG yang menguat 3,30 persen ke posisi 2.130 pekan lalu. Ia memperkirakan TBIG dapat menyentuh level 2.260 pekan ini.
Selanjutnya, Hendra merekomendasikan speculative buy saham PT Barito Pacific Tbk atau BRPT yang ditutup menguat 4 persen ke posisi 1.040 pekan lalu. Ia memprediksi emiten itu dapat menyentuh level 1.120 pekan ini.
Terakhir, Hendra juga merekomendasikan PT Midi Utama Indonesia Tbk atau MIDI yang menguat 2,56 persen ke posisi 480 pekan lalu. Ia memperkirakan MIDI dapat menyentuh level 505 pekan ini.
[Gambas:Video CNN]