Aksi Pupuk Indonesia Grup Penuhi Kebutuhan Musim Tanam Akhir 2025
Pupuk Indonesia Grup menyatakan akan bergerak cepat memenuhi kebutuhan pupuk subsidi menghadapi musim tanam akhir tahun 2025, sebagai dukungan terhadap kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan daya beli petani.
Pupuk Indonesia menyediakan stok pupuk bersubsidi sebesar 1.055.068 ton yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh petani terdaftar di Indonesia. Dari stok itu, Perusahaan menyediakan 167.646 ton untuk petani di Jawa Timur yang terdiri dari 51.832 ton, NPK sebesar 107.625 ton, NPK Kakao sebesar 92 ton, Organik sebesar 4.686 ton, dan ZA sebesar 2.905 ton.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi mengatakan bahwa memasuki musim tanam, Pupuk Indonesia Grup mendorong penyediaan pupuk subsidi hingga ke pelosok negeri, baik melalui angkutan darat maupun laut. Hal ini disampaikan Rahmad dalam kegiatan "Pelepasan Pengiriman Pasokan Pupuk Subsidi" di Kawasan Industri Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Rabu (29/11).
"Hari ini kita ke sini tidak hanya pabrik yang kita pastikan, gudang kita pastikan, sekarang juga kita pastikan truknya bisa berjalan semuanya dengan baik dan lancar. Jadi menarik, karena ini adalah pupuk yang kita kirim dengan HET yang baru, yang sudah turun 20 persen," kata Rahmad.
Pupuk Indonesia melalui Petrokimia Gresik melaksanakan pelepasan pengiriman 145 ton pupuk subsidi secara simbolis yang terdiri dari 30 ton urea, 60 ton NPK, 30 ton ZA, dan 25 ton organik dengan tujuan Gudang Talok dan Sumberejo di Bojonegoro, Gudang Jenu di Tuban, serta Gudang Paron dan Sidokerto di Ngawi.
Rahmad menyatakan, seluruh pupuk subsidi ini dapat ditebus oleh petani terdaftar dengan HET terbaru.
Menurutnya, kebijakan penurunan HET pupuk subsidi sebesar 20 persen akan mampu meningkatkan keterjangkauan pupuk. Dengan harga yang lebih terjangkau, akses petani terhadap pupuk jadi lebih mudah.
"Ini karena kebijakan yang pro-petani, pro-rakyat, pro-ketahanan pangan dari Bapak Presiden Prabowo. Karena beliau sangat concern dan beliau tahu bagaimana pentingnya pupuk pada program pertanian, maka beliau menginstruksikan kepada kami untuk mencari cara model bisnis baru supaya petani bisa mendapatkan harga pupuk yang murah," tutur Rahmad.
Pupuk Indonesia akan memastikan ketentuan HET terbaru telah diterapkan pada kios di seluruh Indonesia per 22 Oktober 2025, menyusul pengumuman kebijakan oleh pemerintah. Saat ini, Perusahaan telah mengintegrasikan HET terbaru pada sistem Integrasi Pupuk Bersubsidi atau i-Pubers, serta telah menempelkan stiker HET pada titik serah.
"Penyesuaian HET baru telah terintegrasi di sistem i-Pubers dan kami memastikan petani terdaftar dapat menebus pupuk dengan harga baru dan dapat mengawasinya melalui command center secara real-time," kata Rahmad.
Sebagai BUMN yang bertugas memproduksi dan menyalurkan pupuk subsidi, Pupuk Indonesia memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui penyediaan pupuk dengan prinsip 7T.
Untuk itu, Pupuk Indonesia bersama seluruh anak perusahaan akan melanjutkan sosialisasi, antara lain lewat kegiatan Rembuk Tani sebagai ruang dialog dan edukasi bagi petani untuk memahami keterjangkauan harga pupuk subsidi, serta inovasi berkelanjutan melalui pendampingan dan penerapan teknologi digital.
Petrokimia Gresik, anak perusahaan Pupuk Indonesia yang menerima mandat memproduksi beberapa jenis pupuk bersubsidi, menyampaikan komitmen untuk terus menjaga keandalan pabrik.
"Ketahanan dan swasembada pangan nasional tercapai jika produktivitas tanaman tinggi yang didukung oleh ketersediaan pupuk. Oleh karena itu, kami di Petrokimia Gresik terus menjaga produksi dan kualitas pupuk untuk seluruh petani terdaftar," pungkas Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob.
Untuk petani di Kabupaten Gresik, Pupuk Indonesia telah menyediakan stok sebesar 32.019 ton yang terdiri dari Urea sebesar 9.550 ton, NPK sebesar 13.505 ton, Organik sebesar 6.927 ton, dan ZA sebesar 2.038 ton. Seluruh petani terdaftar dapat menebus dengan HET terbaru pada kios atau titik serah.
Hingga 28 Oktober 2025, Pupuk Indonesia tercatat menyalurkan 1.516.741 ton pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah di Jawa Timur, setara 73,9 persen dari total alokasi Jawa Timur sebesar 2.053.650 ton pada 2025. Sementara untuk wilayah Kabupaten Gresik, telah disalurkan pupuk sebesar 24.144 ton dari total alokasi 42.960 ton.
(rea/rir)